20 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh yang Perlu Anda Baca

Puasa dalam agama Islam tidak hanya sekadar menahan dahaga dan lapar. Puasa dalam konsep Islam adalah niat untuk menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkannya dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Selain untuk meningkatkan ketakwaan, ternyata puasa juga merupakan cara efektif untuk menjaga kesehatan tubuh.

Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat luar biasa, baik dari sisi jasmani, rohani, dan juga sosialnya. Banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan hal positif mengenai manfaat puasa dalam menjaga kesehatan tubuh.

Puasa terbukti mampu meningkatkan kinerja organ tubuh, sehingga sistem metabolsme tubuh menjadi semakin baik.

Melalui puasa, tubuh akan melakukan detoksifikasi (pembersihan racun), mengurangi gula darah, menurunkan lemak, dan aktivitas lainnya yang menunjang kesehatan tubuh.

Bahkan, puasa juga diajurkan untuk orang-orang yang memiliki penyakit tertentu melalui konsultasi dokter terlebih dahulu.

Berikut ini adalah 20 manfaat puasa bagi kesehatan tubuh yang perlu Anda baca.

1. Menurunkan kadar gula darah

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa dengan berpuasa akan dapat menurunkan kadar gula darah bagi para penderita diabetes.

Hanya dalam beberapa hari pertama menahan lapar dan haus, puasa dapat menurunkan kadar gula darah lebih dari 30 persen.

Hal ini merupakan hasil yang signifikan bagi siapa pun yang menderita hiperglikemia atau kadar gula dara tinggi. Penurunan gula darah biasanya membuat orang merasakan energi yang berkurang, tetapi kadar gula darah dalam tubuh harus tetap stabil saat menjalankan puasa.

Meskipun demikian, perlu juga diperhatikan agar selama berpuasa jangan sampai terjadi hipoglikemia atau penurunan gula darah secara berlebihan.

Selama berpuasa, harus tetap dijaga agar level gula darah berada pada ambang batas yang normal. Pertimbangkan juga penggunaan insulin dan asupan makanan selama berpuasa.

Pendertia diabetes yang hendak melalukan puasa, sebaiknya melakukan cek medis dua bulan sebelum berpuasa, untuk mengantisipasi lonjakan atau penurunan glukosanya.

2.  Memperbaiki fungsi kerja dan regenerasi sel-sel tubuh

Pola makan yang teratur selama berpuasa pada saat berbuka dan sahur, dapat membantu dalam suplai asam lemak dan asam amino.

Kondisi tersebut akan memberikan kesempatan kepada sel-sel baru untuk memperbaiki fungsi dan kinerjanya.

Dengan berpuasa, akan mempercepat terbentuknya kembali (regenerasi) tunas-tunas protein, lemak, kolesterol, dan fosfat serta membersihkan sel-sel lemak yang menggumpal dalam hati.

4.  Meningkatkan konsentrasi dan kekuatan osmosis urine

Ginjal merupakan salah satu organ ekskresi penting dalam tubuh manusia. Ginjal berperan dalam proses penyaringan darah dari pengotornya, yang selanjutnya pengotor tersebut akan di ekskresi dalam bentuk urine.

Selama berpuasa, terjadi pengurangan konsumsi air dan hal ini sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi urine dalam ginjal dan meningkatkan kekuatan osmosisnya. Peningkatan kekuatan osmosis ini dapat menjadi 12.000 ml osmosis per kg air.

Berkurangnya air pada saat puasa, justru akan memberikan perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa dapat meminimalkan volume air pada darah, sehingga memacu kinerja metabolisme pembuluh darah dan fungsi kerja eritrosit (sel darah merah).

5.  Menjaga keseimbangan katabolisme dan anabolisme

Katabolisme adalah reaksi pemecahan senyawa kimia kompleks menjadi senyawa kimia sederhana dengan bantuan enzim. Energi yang dihasilkan dari katabolisme inilah yang digunakan manusia untuk beraktivitas.

Sedangkan anabolisme merupakan proses penyusunan senyawa kimia sederhana menjadi molekul kompleks. Anabolisme memerbukan energi dari luar untuk mengikat senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih kompleks.

Pada saat Anda berpuasa, akan terjadi keseimbangan katabolisme dan anabolisme. Keseimbangan ini penting untuk peremajaan sel-sel tubuh, pemenuhan asam amino dalam darah, dan produksi glukosa.

6.  Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat puasa, terjadi peningkatan jumlah limfosit dalam tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjauhkan dari penyakit yang berhubungan dengan jantung serta pembuluh darah.

Berpuasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara meremajakan kembali sel-sel darah putih yang ada pada tubuh.

Pada saat berpuasa, kita masih tetap membutuhkan energi meskipun tidak dalam jumlah yang banyak. Sumber energi selama berpuasa diambil dari glikogen yang ada di dalam hati dan lemak yang ada di dalam permukaan kulit kita.

Seiring dengan pengambilan sumber energi tersebut, maka proses pembelahan sel juga akan berjalan sempurna, baik secara mitosis maupun meiosis.

7. Menjaga kesehatan organ hati

Selama berpuasa, maka organ hati memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Kondisi ini baik untuk menjaga organ tersebut dari gangguan kerusakan.

Pada saat kita puasa, terjadi pengosongan lambung, sehingga hati tidak banyak bekerja untuk proses pencernaan makanan.

Ketika lambung kosong, akan memudahkan organ hati untuk bekerja secara penuh dalam menyaring racun.

Pada saat berpuasa, asupan kalori dan kandungan lemak dalam makanan akan berkurang. Hal tersebut menjadikan penyerapan asam lemak di organ hati menurun, sehingga membuat hati menjadi lebih sehat.

Puasa juga mempercepat pembentukan protein dan lemak fosfat yang berfungsi untuk melakukan regenerasi sel dan membersihkan sel-sel hati dari lemak yang mengendap. Dengan demikian, hati akan terbebas dari fatty liver (pelemakan hati).

8. Menurunkan adrenalin

Ketika berpuasa, akan tercipta kondisi psikologis yang teduh, tidak dipenuhi amarah, sehingga dapat menurunkan adrenalin. Pada saat marah, akan terjadi peningkatan adrenalin hingga 30 kali lipat,

Peningkatan adrenalin akan mempersempit pembuluh darah perifer, memperluas pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah, dan menambah volume darah ke jantung yang berakibat meningkatnya jumlah detak jantung.

Peningkatan adrenalin tersebut dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak, seperti jantung koroner dan  stroke.

9. Menjaga kesehatan jantung

Pada saat puasa, akan terjadi penurunan denyut jantung, sehingga jantung memiliki waktu istirahat cukup yang tidak didapatkan pada hari-hari biasanya. Dalam sehari puasa, jantung mampu menghemat kurang lebih 28.800 denyut.

Penghematan denyut ini selain memberikan kesempatan jantung untuk beristirahat, juga mengurangi tekanan-tekanan yang dialami organ jantung sebagai alat pemompa darah. Jantung juga akan memperoleh suplai darah yang bersih selama kita berpuasa.

10. Menurunkan adrenalin

Pada saat berpuasa, akan tercipta kondisi psikologis yang teduh, tidak dipenuhi amarah, sehingga dapat menurunkan adrenalin. Ketika marah, akan terjadi peningkatan adrenalin seseorang hingga 30 kali lipat,

Peningkatan adrenalin akan mempersempit pembuluh darah perifer, memperluas pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah, dan menambah volume darah ke jantung yang berakibat meningkatnya jumlah detak jantung. Peningkatan adrenalin tersebut dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak.

11. Menjaga kesehatan ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dari pengotornya yang berada dalam tubuh kita. Pengotor tersebut selanjutnya diproses oleh ginjal menjadi urine.

Selama berpuasa, ginjal akan mendapatkan kesempatan beristirahat sejenak, karena terjadinya pengurangan konsumsi air akan membuat kerja ginjal berkurang dalam memproduksi urine.Hal tersebut baik untuk memberikan perlindungan terhadap fungsi ginjal.

Berkurangnya volume air dalam puasa dapat meminimalkan volume air pada darah, sehingga memacu kinerja pembuluh darah dan fungsi kerja eritrosit (sel darah merah).

Pengurangan konsumsi air juga terbukti sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi urine dalam ginjal dan meningkatkan kekuatan osmosisnya. Peningkatan kekuatan osmosis ini dapat menjadi 12.000 ml osmosis per kg air.

Fungsi ginjal akan maksimal apabila kekuatan osmosis urine dalam tubuh mencapai 1.000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air.

12. Membantu meningkatkan produksi sperma

Di dalam sebuah penelitian terkait tingkat kesuburan laki-laki, disimpulkan bahwa puasa bermanfaat untuk meningkatkan pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh dari kedua testis.

Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testosteron), hormoan FSH (Follicle Stimulating Hormone), dan hormon LH  (Luteinizing Hormone).

Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Pada tahap awal diperoleh penurunan hormon testosteron sehingga berdampak pada penurunan kemampuan seksual.

Akan tetapi hal ini tidak sampai mengganggu jaringan kesuburan dan hanya bersifat sementara. Beberapa hari setelah selesa berpuasa, maka hormon testosteron sebagai penghasil sperma akan meningkat pesat melebihi sebelumnya.

Pada saat puasa, akan terjadi penurunan denyut jantung, sehingga jantung memiliki waktu istirahat cukup yang tidak didapatkan pada hari-hari biasanya. Dalam sehari puasa, jantung mampu menghemat kurang lebih 28.800 denyut.

Penghematan denyut ini selain memberikan kesempatan jantung untuk beristirahat, juga mengurangi tekanan-tekanan yang dialami organ jantung sebagai alat pemompa darah. Jantung juga akan memperoleh suplai darah yang bersih selama kita berpuasa.

13. Mencegah naiknya asam lambung

Puasa dapat menjadi cara yang ampuh untuk menjaga kesehatan lambung dan membebaskan tubuh dari penyakit asam lambung.

Pada saat berpuasa, usus dan lambung yang biasa aktif bergerak, secara perlahan menurunkan kualitas geraknya. Hal ini sebababkan karena perut kosong dalam jangka waktu cukup lama.

Semakin sedikit pergerakan usus dan lambung, maka lambung akan terhindar dari gesekan yang dapat menyebabkan luka.

Baca : Puasa Sebagai Cara Ampuh Mencegah Naiknya Asam Lambung

Selain itu, dengan puasa sekresi asam lambung akan menurun. Apabila sekresi asam lambung turun, maka rangsangan yang dapat menimbulkan luka pada dinding lambung juga ikut menurun.

Hal ini akan sangat membantu penderita asam lambung untuk menjaga kadar asam lambungnya agar stabil.

14. Menjaga pembuluh darah

Berpuasa akan dapat mengurangi resiko gangguan pembuluh darah, seperti jantung koroner dan stroke.

Faktor pemicu yang paling banyak dihubungkan dengan kejadian gangguan pembuluh darah adalah tingginya kadar lemak (kolesterol) dalam darah, faktor koagulasi (penggumpalan), pembekuan darah, tekanan darah tinggi, dan juga kebiasaan merokok.

Konsumsi makanan yang tidak terkendali akan beresiko menghambat aliran darah pada pembuluh darah. Darah dibutuhkan oleh tubuh, karena mengangkut oksigen dan juga nutrisi yang akan diserap oleh sel-sel tubuh.

Dengan melakukan puasa, maka pola hidup akan mengalami keteraturan. Ada pengendalian terhadap hal-hal tertentu yang dapat membatalkan puasa, misalnya pola makan.

Keteraturan dalam mengkonsumsi makanan yang terlalu asin, pedas, dan berlemak tinggi selama berpuasa, akan berdampak baik pada kesehatan organ tubuh, termasuk pembuluh darah.

15. Menurunkan hipertensi

Puasa membuat organ-organ tubuh menjadi lebih sehat dan aliran darah menjadi lebih baik, sehingga berdampak positif terhadap pengendalian tekanan darah.

Pada saat berpuasa, kita cenderung melakukan pengendalian makanan dan hal ini baik untuk menurunkan asupan kalori harian.

Terciptanya keseimbangan gizi selama melakukan ibadah puada dengan sendirinya akan membuat tekanan darah menjadi normal dan terkendali.

Tingginya tekanan darah dapat disebabkan karena pola makan yang tidak terkendali saat puasa dan tingkat emosi yang juga tinggi.

16. Mengurangi produksi protein berbahaya

Terdapat banyak protein dan produk metabolisme yang menyebabkan peradangan, terutama di otak. Puasa dapat menghambat produksi radikal bebas dan protein yang mengiritasi, seperti sitokin inflamasi.

Bukti-bukti penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat menghambat penuaan otak dan menurunkan produksi radikal bebas.

Tidak hanya kerusakan radikal bebas dan produksi sitokin inflamasi melambat, tetapi produksi sitokin pelindung meningkat saat berpuasa.

17. Meningkatkan kecerdasan berpikir otak

Pada saat berpuasa, maka tubuh kita akan terbebas dari zat-zat beracun dan hal ini baik untuk merevitalisasi otak.

Berkurangnya zat beracun tersebut membuat sel-sel tubuh bekerja lebih maksimal, termasuk sel otak.

Neurotropik yang diturunkan oleh otak akan mengalami peningkatan ketika puasa, sehingga membantu tubuh dalam memproduksi lebih banyak sel-sel otak untuk meningkatkan fungsi otak, termasuk fungsi dalam berpikir.

Puasa membuat seseorang dapat berpikir secara lebih tajam dan kreatif. Rasa lapar akan memaksa kita untuk berpikir lebih tajam, kreatif, dan rasional.

18. Mengurangi peradangan

Peradangan banyak penyebabnya, tetapi pola makan yang tidak sehat adalah sumber radikal bebas yang konsisten dan makanan yang menyebabkan peradangan. Reaksi metabolisme juga menghasilkan radikal bebas, seperti superoksida dan hidrogen peroksida.

Melalui puasa, efek dari peradangan tersebut dapat dikurangi, karena dengan berpuasa akan tercipta keseimbangan hormon yang baik.

Beberapa penelitian menunjukkan dengan berpuasa kadar insulin sensitivitas insulin menjadi lebih baik sehingga dapat mengurangi stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

19. Membantu membuang lemak

Berpuasa atau makan makanan berlemak sehat membantu tubuh mengurangi lemak atau ketosis. Ketosis membantu tubuh membakar cadangan lemak. Lemak sentral berlebih yang tersimpan di sekitar organ, seperti hati dan ginjal, mengganggu fungsi organ tubuh.

Puasa, terutama puasa intermiten (puasa beberapa waktu dalam satu hari) dapat membantu tubuh mencapai ketosis lebih cepat daripada pembatasan kalori.

Sebuah penelitian menemukan bahwa manfaat puasa secara signifikan dapat meningkatkan metabolisme lemak pada tubuh manusia.

20. Menyehatkan kulit

Gula darah yang tinggi akan dapat mengubah karakter kulit, sehingga kulit menjadi tidak sehat. Gula darah tinggi mengabkiatbakn perubahan struktur kolagen, melemahkan kekuatan dan ketahanannya.

Dengan berpuasa, maka kadar gula darah akan turun, sehingga baik untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan.

Demikian 20 manfaat puasa bagi kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply