5 Fakta Bajakah, Tumbuhan Liar Penyembuh Kanker

Kanker masih menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit ini sering dijuluki sebagai pembunuh tersembunyi, karena memang gejala awalnya yang tidak dapat terdeteksi.

Penyakit kanker akan terdeteksi secara medis ketika sudah menyebar ke seluruh tubuh, sehingga resiko kematian pun menjadi tinggi.

Sel kanker merupakan sel yang pertumbuhannya abnormal, sehingga tidak terkendali dan dapat menyebar dengan cepat pada tubuh.

Sel tersebut memiliki kemampuan untuk menggandakan diri dan membentuk jaringan baru dalam tubuh. Jaringan tersebut yang kemudian dikenal dengan nama tumor. Disebut tumor ganas jika sel-sel kanker berkembang terus menerus tanpa berhenti.

Selain kemampuannya menyebar dengan cepat dan membentuk jaringan baru, sel kanker juga dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang gender dan tingkat usia seseorang. Hal inilah yang perlu diwaspadai oleh kita.

Baru-baru ini, dunia dikejutkan dengan penemuan di bidang pengobatan kanker oleh tiga siswa SMA Negeri 2 Kota Palangkaraya yang bernama Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani.

Ketiganya telah meluncurkan inovasi baru tentang pengobatan kanker menggunakan tanaman Bajakah yang dikemas dalam bentuk serbuk.

Baca : 25 Gangguan dan Penyakit Sistem Reproduksi Manusia

Mereka bahkan berhasil memboyong medali emas dalam lomba karya ilmiah internasional pada kompetisi World Invention Creativity tanggal 25 Juli 2019 di Seoul, Korea Selatan.

Bajakah merupakan tanaman merambat asli dari Indonesia yang berasal dari hutan di pedalaman Kalimantan Tengah.

Bajakah tumbuh merambat secara liar dengan batang yang kokoh dan berukuran cukup besar, mampu merambat dengan ketinggian mencapai lebih dari lima meter menuju puncak pohon.

Akar bajakah berada di dalam tanah yang dialiri air gambut bening kecoklatan, sebagai ciri khas hutan Kalimantan.

Tanaman ini banyak ditemukan pada daerah hutan yang rimbun dengan sinar matahari yang sedikit menembus area tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tanaman tersebut, berikut ini 5 fakta bajakah, tumbuhan liar penyembuh kanker yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Sering dijadikan sebagai obat oleh suku Dayak

Tanaman Bajakah sudah dikenal lama oleh suku Dayak sebagai obat herbal alami yang ampuh menyembuhkan beberapa penyakit berbahaya.

Selain untuk pengobatan kanker, Suku Dayak banyak memanfaatkannya untuk mengobati beberapa penyakit lainnya, seperti disentri, reumatik, dan bahkan sebagai obat luka.

2. Mengandung antioksidan tinggi

Fakta bajakah sebagai obat pencegah kanker terbukti melalui hasil uji laboratorium mengandung aktioksidan yang tinggi.

Bajakah memiliki kandungan antioksidan ribuan kali lipat dibandingkan jenis tanaman lainnya.

Terdapat sekitar 40 zat dalam tanaman tersebut yang dapat membunuh dengan efektif sel-sel kanker yang menyebar dalam tubuh.

Uji laboratorium yang dilakukan seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 2012 menemukan antara lain kandungan senyawa fenolik, flavonik, tanin, dan saponin, dalam tanaman Bajakah. .

3. Pertama kali untuk pengobatan kanker payudara

Berdasarkan cerita yang berkembang, penemu tanaman bajakah untuk pengobatan kanker adalah suku Dayak asli yang bernama Daldin pada tahun 1970 an.

Daldin menemukan tanaman bajakah di tengah hutan dan digunakan untuk mengobat kanker payudara ibunya yang sudah stadium 4. Karena sudah pada stadium 4, beberapa bagian tubuh ibu Daldin mengeluarkan nanah.

Setelah sekitar satu minggu mengonsumsi air rebusan tanaman bajakah, kondisi ibu Daldin semakin membaik, bahkan sembuh total dari penyakitnya satu bulan kemudian.

4. Dikenal sebagai tanaman mistis

Karena tumbuh terbatas dan hanya ditemukan di tengah hutan belantara, maka bajakah sering diidentikkan sebagai tanaman mistis.

Tidak adanya penelitian secara ilmiah terhadap tanaman ini semakin menambah berkembangnya cerita mistis tersebut.

Setelah dilakukan uji laboratorium untuk meneliti kandungan zat pada bajakah, maka lambat laun anggapan mistis tersebut mulai hilang.

5. Pengolahannya dijadikan bubuk dan direbus

Tanaman bajakah biasa dibuat obat dalam bentuk bubuk oleh suku Dayak. Suku Dayak biasa memanfaatkan bajakah untuk obat dengan cara mengolahnya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Bajakah dikeringkan denga sinar matahari, kemudian dicacah dan ditumbuh hingga lembut menjadi bubuk.

Bubuk tersebut selanjutnya direbus dengan air selama kurang lebih 30 menit. Rebusan bajakah memiliki warna dan rasa yang mirip teh, sehingga dapat diminum secara rutin setiap hari.

Demikian ulasan mengenai 5 fakta bajakah, tumbuhan liar penyembuh kanker. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply