5 Tips Efektif Mencegah Dehidrasi Saat Ibadah Puasa

Dehidrasi merupakan kondisi yang terjadi pada tubuh, dimana tubuh telah kehilangan banyak cairan. Akibat dari kondisi tersebut, maka terjadi ketidakseimbangan zat gula dan garam, sehingga tubuh tidak dapat berfungsi secara normal.

Dehidrasi terjadi pada saat tubuh kurang mengonsumsi cukup cairan untuk menggantikan cairan yang hilang. Kanungan air dalam tubuh manusia sehat idealnya sekitar 70 persen dari total berat badannya. Kandungan air dengan kadar ideal tersebut berfungsi untuk membantu proses metabolisme tubuh.

Gejala dehidrasi kadang dianggap bukan permasalahan kondisi tubuh yang harus ditangani secara serius. Dehidrasi bahkan dianggap hanya sebagai rasa haus biasa.

Akan tetapi, apabila gejala awal dari dehidrasi tidak ditangani secara baik, akan mengganggu fungsi metobolisme tubuh.

Gejala awal dehidrasi, antara lain rasa haus, kepala pusing, mulut dan kulit kering, merasa lelah, dan urine menjadi berwarna gelap.

Baca : Sistem Autolisis Rahasia Ajaib Kesehatan Tubuh Saat Puasa

Kondisi yang beresiko menimbulkan dehidrasi adalah diare. Cuaca, aktivitas fisik, dan pola makan juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya dehidrasi.

Puasa ditandai dengan kemampuan tubuh dalam menahan diri dari makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Selama rentang waktu tersebut, maka tubuh sama sekali tidak menerima cairan yang beresiko terkena dehidrasi.

Aktivitas yang dilakukan di luar ruangan juga meningkatkan resiko dehidrasi saat menjalankan ibadah puasa.

Berikut ini adalah 5 tips mencegah dehidrasi saat menjalankan ibadah puasa, agar puasa Anda dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan kekurangan cairan.

1. Kurangi mengonsumsi kafein

Tips pertama untuk mencegah dehidrasi saat puasa adalah mengurangi konsumsi minuman berkafein tinggi, misalnya kopi dan teh.

Kafein memiliki efek diuretik yang meningkatkan produksi urine, sehingga frekuensi buang air kecil juga menjadi meningkat. Kondisi tersebut akan mempercepat timbulnya rasa haus karena banyaknya cairan yang dikeluarkan lewat urine.

2. Atur menu sahur

Mengatur menu sahur adalah hal penting yang harus diperhatikan agar kita terhindar dari dehidrasi saat berpuasa.

Menu makanan yang kita konsumsi saat sahur akan memengaruhi tingkat rasa haus, khususnya pada siang hari.

Pada saat sahur, kurangi makan makanan yang terlalu pedas atau terlalu asin. Kedua jenis makanan tersebut justru akan meningkatkan kebutuhan tubuh terhadap air.

Mengonsumsi makanan terlalu asin dan pedas saat sahur akan membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan kadar sodium, sehingga kita merasa lebih cepat haus sepanjang hari.

3. Minum air putih Hhangat sebagai penutup sahur

Tips lainnya untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa adalah dengan minum air putih hangat sebagai penutup sahur.

Sumber cairan terbaik selama berpuasa adalah air putih. Selain banyak mengandung mineral, air putih juga tidak memberikan resiko apa pun jika dikonsumsi selama berpuasa,

Meminum air hangat juga dapat dilakukan saat terbangun pada malam hari sebelum sahur. Hal tersebut dilakukan untuk menambah asupan cairan ke dalam tubuh, sehingga tubuh tetap tidak kehilangan cairan terlalu banyak ketika berpuasa.

Meminum air putih hangat sebagai penutup sahur bertujuan untuk melarutkan minyak-minyak yang menempel pada dinding kerongkongan.

Minyak yang menempel di dinding kerongkongan ini dapat berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi saat sahur.

4. Perbanyak buah dan sayur

Buah dan sayur adalah bahan makanan yang sangat baik untuk mencegah dehidrasi. Kandungan air dan nilai gizi yang tinggi pada buah dan sayur terbukti efektif dalam membantu menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa.

Buah yang memiliki kandungan air, vitamin, dan serat tinggi untuk dikonsumsi saat berbuka puasa dan sahur, misalnya semangka, pir, dan melon.

Sedangkan sayuran yang memiliki kadar air dan serat tinggi, antara lain bayam, brokoli, dan wortel. Ketiga sayuran tersebut juga mengandung antioksidan yang tinggi dan vitamin B yang baik untuk kesehatan tubuh.

5. Hindari paparan sinar matahari

Pada siang hari. sengatan sinar matahari akan membuat kulit mudah berkeringat yang mengakibatkan tubuh menjadi kehilangan banyak cairan.

Ada baiknya kurangi aktivitas berlebih di alam terbuka pada siang hari yang panas selama menjalankan ibadah puasa.

Paparan sinar matahari pada siang hari yang panas akan menimbulkan rasa haus yang tinggi dan tubuh menjadi cepat lelah. Usahakan berada pada lingkungan atau lokasi yang teduh serta sejuk, sehingga tubuh tidak banyak kehilangan cairan.

Demikian 5 tips efektif mencegah dehidrasi saat ibadah puasa. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply