Begini Gejala Infeksi Virus Corona (COVID-19) Dari Hari ke Hari

Infeksi virus Corona atau disebut juga COVID-19 masih menjadi kekhawatiran dunia, seiring belum ditemukannya vaksin untuk mengobati infeksi virus tersebut.

Lebih dari 140 negara telah terinfeksi oleh COVID-19, sehingga Badan Kesehatan Dunia, WHO, menetapkan virus Corona sebagai pandemi global.

Meskipun tingkat penularannya tergolong cepat, akan tetapi angka kesembuhan pasien yang positif terinfeksi virus Corona juga menunjukkan prosentase yang tinggi.

Gejala infeksi virus Corona perlu diketahui sehingga setiap orang dapat membatasi diri dan tidak menjadi agen pembawa virus yang baru.

Secara umum tanda-tanda gejala infeksi virus Corona adalah batuk, nyeri otot, sesak napas, hingga kesulitan bernapas. DI dalam kasus yang lebih parah, infeksi tersebut dapat menyebabkan radang paru-paru (pneumonia), gagal ginjal, dan bahkan berujung pada kematian.

Sebagian besar kasus COVID-19 adalah tergolong ringan. Namun demikian, sekitar 20 persen pasien terinfeksi virus Corona memiliki bawaan penyakit yang parah, sehingga menyebabkan kondisi pasien semakin parah.

Berikut ini adalah gejala infeksi virus Corona (COVID-19) dari hari ke hari.

Hari – 1

Pada hari pertama, biasanya seseorang akan demam, tubuhnya seperti kelelahan, dan nyeri otot. Gejala lain yang muncul adalah tiba-tiba mengalami batuk kering. Ada juga yang mengalami diare, mual. dan muntah satu atau dua hari sebelumnya.

Hari – 5

Gejala-gejala di hari pertama akan terus berkembang sampai dengan hari ke lima. Pada hari ke lima, seseorang mulai merasakan kesulitan bernapas dan sesak napas.

Kondisi tersebut akan tampak parah terjadi pada orang-orang yang sudah lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Hari – 7

Di dalam beberapa kondisi, gejala pada hari ke lima akan menjadi semakin parah. Pada hari ke tujuh ini, rata-rata orang yang terinfeksi virus Corona akan masuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara medis.

Hari – 8

Apabila tidak kunjung sembuh pada hari ke tujuh, maka pasien suspect Corona akan mengalami gangguan pernapasan akut.

Kondisi tersebut biasanya terjadi pada sekitar 15 persen pasien terinfeksi virus Corona. Gangguan organ pernapasan yang fatal dapat menyebabkan terjadinya penumpukan cairan pada paru-paru penderita.

Penumpukan cairan di paru-paru ini disebabkan oleh peradangan pada kantung udara (alveoulus) paru-paru atau disebut pneumonia.

Baca : Samakah Pneumonia Akibat Virus Corona dengan Pneumonia Biasa?

Hari – 10

Pada hari ke sepuluh, jika keadaan pasien masih belum juga membaik, maka akan akan dilarikan ke ruang ICU.

Akan tetapi, pasien yang dirawat pada rentang waktu ini mengalami tingkat kematian yang kecil (hanya sekitar 2 persen).

Gejala lain yang muncul pada hari ke sepuluh ini adalah hilangnya nafsu makan dan sakit perut, khususnya pada pasien dengan kasus berat.

Hari – 17

Sebagian besar pasien yang sudah dirawat hingga hari ke tujuh belas akan menunjukkan kondisi yang semakin membaik.

Rata-rata pasien suspect Corona akan sembuh setelah menjalani perawatan sekitar 2,5 minggu. Apabila pasien sudah dinyatakan benar-benar sembuh, maka diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Gejala-gejala infeksi virus Corona tersebut bisa saja berbeda antara pasien satu dengan lainnya. Ahli epidemiologi University of Texas, Lauren Ancel Meyers, mengatakan bahwa ada pasien yang terinveksi Corona tidak menunjukkan gejala apa-apa selama lima hari atau lebih.

Dengan demikian, gejala-gejala awal pada sebagian orang tidak datang tepat setelah seseorang terinfeksi.

Baca : 10 Tips Sederhana Untuk Cegah Virus Corona Tanpa Harus Panik

Demikian beberapa gejala yang muncul akibat infeksi virus Corona (COVID-19). Jangan lupa untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dan menjalankan perilaku hidup sehat agar kita terhindar dari infeksi virus tersebut.

Leave a Reply