Bentuk-bentuk Penilaian Kinerja dan Contoh Penerapannya

Penilaian kinerja (sering disebut juga penilaian otentik) merupakan teknik penilaian multi-dimensional yang dapat dilakukan dengan penilaian tertulis,penilaian perbuatan, dan penugasan.

Penilaian kinerja menuntut peserta didik membuat sebuah produk dan/atau mendemonstrasikan sebuah proses.

Dengan demikian, penilaian kinerja menuntut peserta didik untuk melakukan kegiatan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.

Penilaian kinerja adalah bentuk penilaian yang menuntut peserta didik mempraktikkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang sudah dipelajari ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Penilaian kinerja mempunyai dua karakteristik dasar, yaitu (1) mempraktikkan kemampuan membuat suatu produk (proses) atau terlibat dalam suatu aktivitas (perbuatan) dan (2) menghasilkan produk dari tugas kinerja yang diminta.

Berdasarkan kedua karakteristik dasar tersebut, penilaian kinerja dapat menilai proses, produk, atau keduanya (proses dan produk).

DI dalam menentukan bentuk penilaian kinerja yang tepat tergantung pada karakteristik materi yang dinilai dan kompetensi yang diharapkan harus dicapai oleh peserta didik.

Prinsip-prinsip Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip-prinsip berikut.

  1. Merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
  2. Mencerminkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan masalah dunia sekolah.
  3. Menggunakan berbagai metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar.
  4. Bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).

Bentuk-bentuk Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja meliputi dua aktivitas pokok, yaitu : (1) pengamatan/observasi saat berlangsungnya unjuk kinerja atau keterampilan; dan (2) penilaian hasil dari tugas kinerja yang diberikan.

Penilaian kinerja dilakukan dengan mengamati saat peserta didik melakukan aktivitas atau menciptakan suatu hasil karya yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, atau mengamati hasil/produk dari tugas kinerja yang diberikan, atau keduanya.

Keterampilan yang ditunjukkan peserta didik merupakan aspek yang akan dinilai. Penilaian terhadap keterampilan didasarkan pada kualitas kinerja peserta didik dengan target yang telah ditetapkan.

Proses penilaian dilakukan mulai persiapan dan pelaksanaan tugas sampai dengan hasil akhir yang dicapai.

Bentuk-bentuk penilaian kinerja yang dapat diberikan kepada peserta didik dapat berupa penilaian praktik, penilaian produk, dan penilaian proyek.

1.  Penilaian Praktik

Penilaian praktik dilakukan melalui pengamatan pada saat peserta didik mendemonstrasikan atau mempraktekkan suatu aktivitas sesuai dengan target kompetensi.

Pada saat melakukan penilaian praktik, guru dapat menilai kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik. Penilaian praktek dapat dilakukan pada semua mata pelajaran.

Contoh penilaian praktik pada beberapa mata pelajaran.

Aspek yang dinilai dalam penilaian praktik ditulis dalam rubrik penilaian. Rubrik penilaian berisi kriteria-kriteria berkaitan dengan langkah-langkah yang dilakukan pada saat mengerjakan suatu aktivitas. Langkah-langkah tersebut diurutkan, lengkap, jelas, mudah diamati, dan dapat diukur.

2. Penilaian Produk

Penilaian Produk dilakukan terhadap kualitas teknis dan estetis hasil kerja atau produk yang telah dibuat peserta didik.

Hasil kerja peserta didik dapat berupa produk yang terbuat dari kain, kertas, metal, kayu, plastik, keramik; hasil karya seni seperti lukisan, gambar, patung, dan karya sastra; dan laporan hasil penelitian/karya ilmiah. Penilaian produk dapat dilakukan pada semua mata pelajaran.

Contoh Penilaian Produk pada beberapa mata pelajaran.

Aspek yang dinilai dalam penilaian produk ditulis dalam rubrik penilaian. Rubrik penilaian berisi kriteria-kriteria berkaitan dengan kualitas teknis dan estetis suatu produk. Kriteria-kriteria tersebut harus lengkap, jelas, mudah diamati, dan dapat diukur.

Penilaian praktik dan penilaian produk bisa dilakukan pada satu kegiatan keterampilan. Dalam hal ini, penilaian dapat difokuskan baik pada proses (praktik) maupun produk.

Oleh karena itu, penugasan dan rubriknya mencakup kedua bentuk penilaian tersebut, sehingga rubrik penilaiannya terdiri atas rubrik penilaian praktik dan rubrik penilaian produk.

Contoh:

Percobaan di laboratorium IPA biasanya dilakukan untuk meminta peserta didik untuk melakukan percobaan/pengamatan dan juga membuat laporan hasil dari percobaan tersebut.

Aspek yang dinilai: –

  • Persiapan/perencanaan
  • Tahap pelaksanaan
  • Tahap akhir/pembuatan laporan

Pemberian skor dapat diberikan dengan memberi bobot yang lebih besar pada aspek yang
diutamakan.

3. Penilaian Proyek

Penilaian proyek adalah penilaian terhadap suatu penugasan yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Penugasan tersebut meliputi:perencanaan, pengumpulan data, analisis data, penyajian data, hingga pelaporan.

Periode waktu untuk menyelesaikannya tergantung kompleksitas tugas, misalnya dalam satu minggu, dua minggu, satu bulan, atau satu semester.

Pelaksanaan proyek membutuhkan data primer, data sekunder, kerja sama dengan berbagai pihak, dan kemampuan mengevaluasi hasil. Oleh karena itu penilaian proyek dapat dilakukan pada semua mata pelajaran secara terintegrasi atau masing-masing mata pelajaran di semua jenjang pendidikan.

Penilaian proyek dapat memberikan informasi tentang kemampuan peserta didik dalam memahami, mengaplikasikan,dan menyampaikan informasi tentang materi tertentu pada satu atau lebih mata pelajaran yang terkait sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai pada penugasan yang diberikan.

Penilaian proyek dapat dilakukan pada setiap langkah yang meliputi: persiapan (perencanaan), proses pengerjaan, dan pelaporan.

Hasil belajar yang dapat dinilai pada tahap-tahap tersebut antara lain: Penilaian praktik dan penilaian produk bisa dilakukan pada satu kegiatan keterampilan.

Di dalam hal ini, penilaian dapat difokuskan baik pada proses (praktik) maupun produk. Oleh karena itu, penugasan dan rubriknya mencakup kedua bentuk penilaian tersebut, sehingga rubrik penilaiannya terdiri atas rubrik penilaian praktik dan rubrik penilaian produk.

Contoh:

Percobaan di laboratorium IPA biasanya dilakukan untuk meminta peserta didik untuk melakukan percobaan/pengamatan dan juga membuat laporan hasil dari percobaan tersebut.

Aspek yang dinilai:

  • Tahap persiapan/perencanaan
  • Tahap pelaksanaan
  • Tahap akhir/pembuatan laporan

Pemberian skor dapat diberikan dengan memberi bobot yang lebih besar pada aspek yang
diutamakan.

1. Tahap persiapan

  • Kemampuan merencanakan dan mengorganisasikan tugas proyek
  • Kemampuan memperoleh informasi awal (data-data awal)

2. Tahap pelaksanaan

  • Kemampuan bekerja dalam kelompok
  • Kemampuan untuk melaksanakan tugas secara mandiri
  • Kemampuan mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi
  • Kemampuan menganalisis permasalahan.

3. Tahap pelaporan

  • Kemampuan menganalisis dan menginterpretasikan data
  • Kemampuan membuat laporan
  • Kemampuan menyampaikan hasil

Pada pembelajaran di kelas, pendidik mungkin menekankan penilaian proyek pada prosesnya dan menggunakan sebagai sarana untuk mengembangkan dan memonitor keterampilan peserta didik dalam merencanakan, menyelidiki, dan menganalisis proyek.

Peserta didik dapat menunjukkan pengalaman dan pengetahuan tentang suatu topik, memformulasikan pertanyaan, dan menyelidiki topik tersebut melalui bacaan dan wawancara.

Kegiatan ini dapat digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik secara individual atau kelompok.

Baca :

Pendidik juga dapat menggunakan produk akhir dari suatu proyek dalam bentuk presentasi (penilaian praktik)untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengomunikasikan temuan-temuannya dan dalam bentuk laporan (penilaian produk).

Apabila proyek digunakan pada penilaian sumatif, fokus biasanya terletak pada produknya.

Aspek yang dinilai dalam penilaian proyek ditulis dalam rubrik penilaian. Rubrik penilaian berisi kriteria-kriteria berkaitan dengan tahapan-tahapan sebuah proyek. Tahapan-tahapan tersebut diurutkan, lengkap, jelas, mudah diamati, dan dapat diukur.

4. Portofolio Hasil Penilaian Kinerja

Hasil penilaian praktik, produk, dan proyek dapat didokumentasikan oleh guru dan peserta didik dalam bentuk portofolio dokumentasi.

Dokumen hasil penilaian ini menggambarkan perkembangan kompetensi keterampilan peserta didik secara keseluruhan yang digunakan untuk :

  1. mengetahui perkembangan kompetensi keterampilan peserta didik;
  2. umpan balik dalam memperbaiki proses pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna; dan
  3. melakukan refleksi dan perbaikan terhadap pembelajaran.

Demikian bentuk-bentuk penilaian kinerja dan contoh penerapannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply