Berikut 5 Keunggulan AKM dan Survei Karakter Pengganti UN

Berikut 5 Keunggulan AKM dan Survei Karakter Pengganti UN

Dvcodes.com. Asesmen Kompetensi Minimum AKM dan Survei Karakter merupakan alat ukur baru dalam dunia pendidikan.

AKM dan Survei Karakter akan menjadi pengganti Ujian Nasional tahun 2021 yang akan datang. Hal ini berarti Ujian Nasional tahun 2020 adalah ujian nasional terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia.

AKM dan Survei Karakter dirancang secara khusus untuk fungsi pemetaan dan perbaikan mutu pendidikan secara nasional.

Baca : Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter Pengganti UN 2021

AKM dan survei karakter sebagai pengganti UN ini juga merupakan satu dari empat kebijakan program Merdeka belajar yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim.

Ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar penggantian Ujian Nasional dengan AKM dan Survei Karakter ini.

Materi Ujian Nasional sampai saat ini dinilai terlalu padat, sehingga peserta didik dan guru cenderung menguji penguasaan konten (isi), bukan kompetensi penalaran.

Fokus siswa cenderung pada menghafal materi UN dan bukan menguasai kompetensi belajar. Hal tersebut justru menjadikan UN sebagai beban bagi peserta didik, guru, dan orangtua, karena UN berfungsi sebagai indikator keberhasilan peserta didik sebagai individu.

Ujian Nasional lebih banyak berisi butir-butir yang mengukur kompetensi berpikir tingkat rendah. Hal ini tidak sejalan dengan tujuan pendidikan yang ingin mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta kompetensi lain yang lebih relevan dengan Abad 21, sebagaimana tercermin pada Kurikulum 2013.

Ujian Nasional juga kurang mendorong guru menggunakan metode pengajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Ujian Nasional kurang optimal sebagai alat untuk memperbaiki mutu pendidikan Indonesia secara nasional.

AKM dan Survei Karakter dipilih untuk menggantikan Ujian Nasional karena memiliki beberapa keunggulan.

Berikut ini 5 keunggulan AKM dan Survei Karakter pengganti Ujian Nasional.

1. Dilaksanakan pada tengah jenjang

AKM dan Survei Karakter akan dilaksanakan pada tengah jenjang, yaitu kelas 4 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA. Hal ini tentu berbeda dengan pelaksanaan Ujian Nasional yang selama ini dilaksanakan pada akhir jenjang.

Dengan dilaksanakannya kedua asesmen tersebut di tengah jenjang pendidikan, maka diharapkan hasilnya dapat menjadi tolok ukur untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Dengan demikian hasil belajar peserta didik akan menjadi semakin baik lagi menjelang mereka menyelesaikan masa studinya.

Peserta didik yang belum mendapatkan nilai maksimal, diberi kesempatan untuk meningkatkan proses belajarnya sampai mendapatkan hasil belajar yang diharapkan.

Peserta didik yang telah mendapatkan nilai maksimal dari AKM dan Survei Karakter, maka akan lebih memotivasi mereka untuk meningkatkan kreatifitasnya menjadi lebih maksimal.

2. Untuk perbaikan kualitas pembelajaran

AKM dan Survei Karakter tidak digunakan untuk seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya, akan tetapi untuk perbaikan dan peningkatan kualtas pembelajaran.

Sedangkan Ujian Nasional digunakan sebagai alat ukur untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, melalui jalur prestasi.

AKM dan Surveri Karakter dilaksanakan pada tengah jenjang pendidikan, sehingga otomatis tidak dapat dijadikan sebagai alat seleksi PPDB di jenjang pendidikan berikutnya.

Ujian Nasional selama ini dijadikan alat seleksi untuk diterima tidaknya peserta didik di sebuah sekolah. Padahal nilai Ujian Nasional kadang tidak menggambarkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.

3. Digunakan untuk mengukur seluruh mata pelajaran

Ujian Nasional digunakan hanya untuk mengukur beberapa mata pelajaran saja, sedangkan AKM dan Survei Karakter akan digunakan mengukur seluruh mata pelajaran.

Selama ini, UN untuk tingkat SMP hanya terdiri dari 4 mata pelajaran, yaitu Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Demikian halnya dengan UN tingkat SMA juga terdiri 4 mata pelajaran, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Mata Pelajaran Pilihan dari IPA atau IPS.

Penentu kelulusan selama ini didasarkan pada lulus seluruh mata pelajaran dan bukan dari hasil UN tersebut. Dengan demikian, maka UN tidak dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara keseluruhan, karena hanya diwakili oleh 4 mata pelajaran saja.

AKM dan Survei Karakter akan diujikan pada seluruh mata pelajaran, sehingga hasilnya akan mendekati untuk menggambarkan kemampuan peserta didik secara holistik, baik kognitif maupun afektifnya.

4. Untuk mengukur kognitif dan afektif peserta didik

AKM dan Survei Karakter digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif dan juga afektif. Sedangkan UN hanya mampu mengukur kemampuan kognitif peserta didik saja, kemampuan afektif dan psikomotorik peserta didik tidak bisa diukur.

Baca : Contoh Soal Literasi Numerik Asesmen Kompetensi Minimal AKM

Karena memiliki fungsi untuk mengukur kemampuan kognitif dan afektif (karakter peserta didik dan lingkungan sekolahnya), maka sekolah serta seluruh komponen pendidikan akan dapat memperbaiki kualitas pendidikan dan kualitas karakter berbasis kearifan lokal.

5. Tidak mengistimewakan mata pelajaran tertentu

Ujian Nasional yang selama ini dilaksanakan cenderung menciptakan dikotomi pelajaran, karena peserta didik cenderung mementingkan belajar pada mata pelajaran yang diujikan daripada mata pelajaran lainnya.

Baca : Contoh Soal Asesmen Kompetensi Minimal (Literasi dan Numerasi)

AKM dan Survei Karakter akan menyatukan seluruh mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, tanpa membedakan satu dengan lainnya.

Dengan demikian tidak akan ada lagi kesan mata pelajaran yang diistimewakan, karena semua mata pelajaran dianggap penting untuk masa depan peserta didik.

Tinggalkan Balasan