Buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Dvcodes.com. Buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 telah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku panduan tersebut berisi tanya jawab tentang penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Di dalam Buku  Panduan juga dilengkapi dengan contoh berbagai praktik baik di sekolah dan SKB Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berserta lampirannya.

Berikut ini adalah isi tanya jawab dalam Buku Panduan tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Seperti apa kebijakan yang tertuang dalam panduan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas setelah vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan?

Untuk sekolah yang pendidik dan tenaga kependidikannya telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara lengkap, maka pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya mewajibkan sekolah, mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi di wilayahnya untuk menyediakan layanan: (a) pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan; dan (b) pembelajaran jarak jauh.

Kapan sekolah wajib memberikan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh?

Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikannya memperoleh vaksin COVID-19 secara lengkap dan paling lambat pada tahun ajaran dan tahun akademik 2021/2022.

Apakah artinya vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan menjadi syarat sebelum dapat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas? Bagaimana dengan sekolah yang sudah/akan memulai pembelajaran tatap muka terbatas tetapi pendidik dan tenaga kependidikan belum mendapatkan vaksin?

Ya. Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 mewajibkan satuan pendidikan untuk memberikan layanan PTM terbatas dan layanan pembelajaran jarak jauh setelah pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di satuan pendidikannya mendapatkan vaksin Covid-19 secara lengkap.

Namun demikian, satuan pendidikan yang sudah ataupun dalam proses melakukan PTM terbatas walaupun PTK-nya belum mendapatkan vaksin, tetap boleh melakukan PTM terbatas selama mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin pemerintah daerah.

Bagaimana jika orang tua belum nyaman anaknya melakukan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah?

Bagi sekolah yang sudah memulai pembelajaran tatap muka terbatas, orang tua/wali peserta didik tetap dapat memilih untuk melanjutkan pembelajaran jarak jauh bagi anaknya.

Persiapan apa dari sekolah dalam menghadapi penyelenggaraan pembelajaran setelah vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan?

1. Memenuhi standar kesiapan pembelajaran sesuai daftar periksa seperti tercantum pada laman Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud dan Education Management Information System (EMIS) Kemenag

2. Membentuk satgas COVID-19 di sekolah

3. Mempersiapkan infrastruktur sekolah dan seluruh warga sekolah dalam pemenuhan protokol kesehatan.

4. Mempersiapkan kombinasi metode pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh

Bagaimana peran pemerintah daerah, kanwil, dan kantor Kemenag dalam memastikan pembelajaran tatap muka terbatas dapat berjalan dengan aman?

1. Wajib memastikan pemenuhan daftar periksa di sekolah

2. Tidak memperbolehkan pembelajaran tatap muka terbatas pada sekolah yang belum memenuhi semua daftar periksa.

3. Wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah.

4. Jika terdapat kasus konfirmasi COVID-19 di sekolah, wajib melakukan tindakan penanganan kasus dan dapat memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah

Bagaimana pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah?

Pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah melalui dua fase, yaitu:

1. masa transisi: berlangsung selama dua bulan sejak mulai pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah; dan

2. masa kebiasaan baru: setelah masa transisi selesai, maka pembelajaran tatap muka terbatas memasuki masa kebiasaan baru.

Seperti apa aturan pelaksanaan masa transisi dan masa kebiasaan baru pada pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah?

Silakan lihat pada lampiran SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada masa Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada poin IX mulai halaman 3 s.d. 4.

Seperti apa ketentuan pembukaan asrama dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah dan madrasah berasrama?

Pelaksanaannya tetap secara bertahap dengan ketentuan:

*persentase dari total kapasitas asrama

Bagaimana jika ada kasus konfirmasi COVID-19 di sekolah setelah memulai pembelajaran tatap muka terbatas?

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kemenag provinsi, kantor Kemenag kabupaten/kota, dan kepala sekolah wajib melakukan penanganan kasus dan dapat memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah.

Sampai kapan pemberlakukan pemberhentian sementara pembelajaran tatap muka terbatas ini?

Paling singkat 3 x 24 jam.

Bagaimana jika terdapat kekurangan pendidik pada sekolah sebagai akibat terdampak COVID-19 di masa persiapan pembelajaran tatap muka terbatas?

Kepala dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota, kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, dan kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dapat menugaskan pendidik dari satu sekolah ke sekolah yang lain jika perlu.

Apa yang harus kepala sekolah lakukan jika terjadi kasus konfirmasi COVID-19 di sekolah?

Dalam hal terjadi temuan kasus konfirmasi COVID-19 di sekolah, maka kepala sekolah melakukan hal sebagai berikut.

1. Melaporkan kepada satuan tugas penanganan COVID-19, dinas pendidikan, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan/atau kantor Kementerian Agama kabupaten/kota setempat.

2. Memastikan penanganan warga sekolah yang terkonfirmasi COVID-19, antara lain:

a. memeriksakan warga sekolah terkonfirmasi COVID-19 ke fasilitas layanan kesehatan;

b. apabila bergejala, maka harus mendapatkan perawatan medis sesuai dengan rekomendasi dari satuan tugas penanganan COVID-19 atau fasilitas pelayanan kesehatan;

c. apabila tidak bergejala, maka perlu melakukan isolasi atau karantina pada tempat yang sudah mendapat rekomendasi satuan tugas penanganan COVID-19 atau fasilitas pelayanan kesehatan; dand. memantau kondisi warga sekolah selama isolasi atau karantina;

3. Mendukung satuan tugas penanganan COVID-19 atau Puskesmas setempat dalam melakukan penelusuran kontak erat warga sekolah yang terkonfirmasi COVID-19 dan test COVID-19, dalam bentuk:

a. membantu membuat daftar kontak erat warga sekolah yang terkonfirmasi COVID-19;

b. membantu menginformasikan kepada warga sekolah yang terdaftar dalam kontak erat untuk segera melaporkan diri kepada satuan tugas penanganan COVID-19 atau Puskesmas.

4. Memastikan penanganan warga sekolah yang terdaftar dalam kontak erat sebagaimana rekomendasi dari satuan tugas penanganan COVID-19 atau fasilitas pelayanan kesehatan.

5. Melakukan pemantauan terhadap kondisi warga sekolah yang terkonfirmasi COVID-19 dan yang masuk dalam daftar kontak.

6. Melakukan disinfeksi di area sekolah paling lambat 1 x 24 jam terhitung sejak ada kasus konfirmasi COVID-19.

Apa yang harus dilakukan oleh pendidik dan/atau tenaga kependidikan yang belum divaksinasi COVID-19?

Jika sekolah sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, yang mayoritas pendidik dan tenaga kependidikan sudah mendapatkan vaksin, maka pendidik dan/atau tenaga kependidikan yang belum memperoleh vaksinCOVID-19 disarankan untuk memberikan layanan pembelajaran jarak jauh dari rumah

Berapa hari dalam seminggu pembelajaran tatap muka terbatas dilakukan?

Penentjuan jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar (shift) oleh sekolah dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

Buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selengkapnya dapat dibaca dan diunduh pada tautan berikut ini.

Unduh

Demikian Buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *