Buku Pedoman Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar

Buku Pedoman Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar

Dvcodes.com – Kementerian Pendidikan dan kebudayaan telah menerbitkan Buku Pedoman Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar.

Di dalam mewujudkan karakter peserta didik yang berperilaku hidup bersih dan sehat, tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana sanitasi saja, tetapi perlu didukung dengan managemen pengelolaan sanitasi sekolah yang baik.

Dengan demikian, masyarakat sekolah dapat bersinergi mengembangkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari karakternya.

Buku Pedoman ini secara komprehensif memuat pokok-pokok penting dalam Managemen Pengembangan Sanitasi Sekolah yang mudah dikembangkan oleh pihak sekolah.

Beberapa praktik implementasi sanitasi dari sekolah dasar ditampilkan sebagai acuan pengembangan sanitasi sekolah dasar yang baru dan produktif.

Buku ini memuat materi tentang Sarana dan Prasarana Sanitasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Manajemen Sanitasi Sekolah, dan Praktik Baik Penerapan Sanitasi Sekolah.

Sanitasi sekolah merupakan salah satu elemen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Meningkatnya akses sanitasi di sekolah dapat berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kenyamanan peserta didik di sekolah dan secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan angka partisipasi sekolah.

Air, sanitasi, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dapat menurunkan angka ketidakhadiran secara signifikan hingga 21-54%.

Mengonsumsi air minum di sekolah juga dapat meningkatkan konsentrasi dalam menyerap pelajaran di sekolah. Kedua hal tersebut, yaitu CTPS dan penyediaan air minum di sekolah, secara tidak langsung dapat meningkatkan prestasi belajar di sekolah.

Sejalan dengan tujuan tersebut, maka ketersediaan dari air bersih layak, akses jamban yang terpisah menurut jenis kelamin yang layak, serta akses fasilitas cuci tangan pakai sabun menjadi prasarat dalam pelaksanaan sanitasi sekolah.

Program sanitasi sekolah harus masuk ke dalam RKAS, antara lain dengan mengalokasikan dana BOS maupun alternatif sumber pendanaan lainnya.

Komponen pertama dari sanitasi sekolah adalah sarana dan prasarana sanitasi sekolah. Indikator dalam sarana dan prasarana sanitasi sekolah adalah :

1. Akses sumber air bersih yang layak dan tersedia sepanjang waktu.

2. Akses pada fasilitas sanitasi dasar yang layak dan terpisah.

3. Akses pada fasilitas CTPS dengan air yang mengalir.

Materi lengkap mengenai sanitasi sekolah ini dapat dilihat pada Buku Pedoman Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar di bawah ini.

Baca juga :

Demikian informasi mengenai Buku Pedoman Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan