Download Juknis Manajemen Resiko Dalam Gerakan Pramuka

Kepramukaan merupakan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan keluarga yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan dilakukan di alam terbuka yang sasaran akhirnya adalah pembentukan watak, akhlak mulia, dan budi pekerti luhur;

Di dalam pelaksanaan kegiatan Kepramukaan akan dihadapkan kepada sejumlah resiko yang menjadi tanggungjawab seluruh anggota Gerakan Pramuka.

Resiko yang timbul dari pelaksanaan kegiatan Pramuka tersebut perlu dikelola menurut prinsip-prinsip manajemen dalam suatu Pedoman Kebijakan Manajemen Resiko.

Sehubungan dengan hal itu, maka perlu ditetapkan dengan surat keputusan yang mengatur tentang petunjuk penyelenggaraan kebijakan manajemen resiko dalam Gerakan Pramuka.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah menerbitkan keputusan nomor 227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Resiko Dalam Gerakan Pramuka.

Berikut ini beberapa komponen penting pada juknis Manajemen Resiko Gerakan Pramuka sesuai Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 227 Tahun 200.

A. Pendahuluan

Gerakan Pramuka menjadi bagian yang penting dalam pendidikan nonformal dan menyediakan program rekreatif edukatif yang membantu kaum muda Indonesia untuk berkembang secara emosional, intelektual, sosial, spiritual dan fisik.

Kesadaran terhadap resiko selalu menjadi fokus Gerakan Pramuka di dalam pelaksanaan program untuk kaum muda, dalam lingkungan yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran dari pengalaman serta praktek.

Kebijakan Manajemen Resiko dalam Gerakan Pramuka untuk melengkapi proses yang telah ada, serta untuk memastikan bahwa resiko yang terkait dengan aktivitas yang dilakukan dapat disadari dan dikelola dengan baik.

Resiko adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam sebagian aspek kehidupan sehari-hari. Kita semua secara terus-menerus melakukan pengelolaan resiko, kadang-kadang disadari, dan kadang-kadang tanpa disadari, tetapi tidak selalu dengan cara yang sistematis.

Pada sebagian waktu, kejadian beresiko itu tampak jelas, misalnya di dalam penyelenggaraan sebuah latihan, sebaliknya pada waktu-waktu lain, resiko tidak akan telihat jelas dan mungkin dapat muncul dalam bentuk penerapan peraturan baru atau perubahan kebijakan.

Manajemen Resiko merupakan hal yang mendasar dalam manajemen yang efektif pada semua fungsi dan aktivitas organisasi.

Hal ini meliputi pengelolaan resiko yang bersifat internal maupun eksternal,misalnya pendekatan sistematik yang dapat digunakan untuk meminimalkan dan mengelola resiko yang berhubungan dengan penyelenggaraan kegiatan bagi kaum muda dalam skala kecil maupun dalam skala besar.

Pendekatan resiko yang sama dapat digunakan pada pengenalan atau penerapan peraturan baru. Bagaimana pun dan kapan pun resiko muncul, kita harus dapat secara sistematis mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, dan memberikan intervensi pada resiko sesuai dengan tingkat keseriusan resiko.

Manajemen Resiko merupakan sebuah proses baku yang terdiri atas langkah-langkah, yang ketika dilakukan dalam urutan-urutan tertentu, memungkinkan perbaikan yang berkesinambungan dalam proses perencanaan, pelaksanaan maupun dalam pengambilan keputusan, kebijakan manajemen resiko akan dianalisa paling tidak satu kali dalam setahun.

B. Tujuan

Penyelenggaraan manajemen resiko dalam Gerakan Pramuka bertujuan untuk menanggulangi berbagai akibat negatif baik secara moril maupun materiil dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan Gerakan Pramuka, baik dalam skala kecil (kegiatan gugus depan) maupun skala besar (kegiatan cabang, daerah, maupuan nasional).

C. Dasar

Dasar penyelenggaraan Manajemen Resiko dalam Gerakan Pramuka adalah sebagai berikut.

1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

2. Renstra Gerakan Pramuka Tahun 2004-2009

3. Renja Gerakan Pramuka Tahun 2004-2009

4. Revitalisasi Gerakan

D. Sasaran

Sasaran pelaksanaan Manajemen Resiko dalam Gerakan Pramuka adalah sebagai berikut.

1. Memberikan rasa aman bagi para pelaksana maupun peserta kegiatan.

2. Memberikan jaminan kepada para peserta kegiatan.

3. Memberikan informasi dan dukungan pengaturan keamanan maupun keselamatan dalam upaya menanggulangi resiko pada pelaksanaan kegiatan kepramukaan.

4. Mengurangi hingga menghapuskan resiko terhadap nyawa, cedera, material, maupun finansial, sehingga citra Gerakan Pramuka tetap dapat terpelihara.

E. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penulisan petunjuk penyelenggaraan ini disusun sebagai berikut.

Bab I Pendahuluan

Bab II Pengertian dan Kebijakan

Bab III Tanggungjawab

Bab IV Proses Manajemen Resiko

Bab V Panduan Untuk Kwartir

Bab VI Penutup

F. Model Manajemen Resiko

Manajemen Resiko adalah proses mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, dan memberikan intervensi pada resiko, seperti digambarkan dalam diagram alur di bawah ini.

G. Penilaian Resiko

Elemen penilaian resiko untuk setiap fungsi atau aktivitas adalah sebagai berikut.

1. Menetapkan Konteks.

2. Mengidentifikasi Resiko.

3. Menganalisa Resiko.

4. Mengevaluasi Resiko.

……

Juknis Kebijakan Manajemen Resiko dalam Gerakan Pramuka secara lengkap dapat di unduh pada linkdi bawah ini

Juknis Kebijakan Manajemen Resiko Dalam Gerakan Pramuka (Unduh)

Demikian Petunjuk Teknis Manajemen Resiko Dalam Gerakan Pramuka. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply