Inilah 6 Virus Berbahaya Selain Corona yang Wajib Diwaspadai

Virus Corona atau COVID-19 menjadi pandemi baru yang mengancam jiwa manusia. Virus ini telah menyerang lebih dari 100 negara dengan jumlah korban meninggal mencapai ribuan orang.

Penularannya yang terjadi secara cepat antar manusia, menjadikan infeksi virus Corona sebagai serangan virus yang perlu diwaspadai.

Sampai dengan saat ini belum terdapat vaksin yang secara ampuh dapat melindungi manusia dari infeksi COVID-19. Antibiotik juga belum secara signifikan mampu mengobati pasien yang positif terinfeksi virus Corona.

Di dalam upaya mencegah penularan COVID-19, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh melalui pola makan bergizi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sejumlah negara bahkan telah menerapkan kebijakan lockdown (penguncian) wilayah agar tidak ada aktivitas masuk dan keluar dari suatu negara sebagai upaya pengamanan ketat untuk mencegah penyebaran virus secara lebih luas.

Selain Corona, ternyata ada juga virus-virus lain yang juga berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Berikut ini adalah 6 virus berbahaya selain Corona yang perlu diwaspadai.

1. Virus Ebola

Ebola (disebut juga virus Kongo) adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus dan juga nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Penyakit Ebola merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia.

Jika memasuki tubuh, maka virus Ebola dapat mengganggu sistem imun dan organ lainnya. Sel pembeku darah akan menurun, menyebabkan perdarahan yang serius dan tidak terkendali.

Ebola sangat menular dan mengancam nyawa. Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit.

Baca : Lockdown untuk Batasi Sebaran Virus Corona, Ini Bedanya Dengan Karantina dan Isolasi

Sekitar 90% dari pasien yang terinfeksi Ebola tidak bertahan hidup. Jangka waktu manusia mulai terjangkit virus ini sampai menemui ajalnya sekitar 1 minggu.

Gejala-gejalanya antara lain muntah, diare, sakit badan, pendarahan dalam dan luar anus, serta demam tinggi.

Virus ini mulai menular dari salah satu spesies kera di Kongo (Afrika) yang kemudian mulai menyebar ke manusia.

Virus Ebola masih berada di dataran Afrika dan bahkan sudah sampai ke Filipina. Sampai saat ini belum ditemukan Vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit Ebola.

2. SARS 

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus corona SARS (SARS-CoV).

Penderita yang terkena SARS mengalami gangguan pernafasan yang akut (terjadi dalam waktu cepat) dan dapat menyebabkan kematian.

SARS menjadi penyakit menular yang sangat berbahaya, karena dapat mengenai siapa saja, terutama orang tua.

Penyakit SARS pertama kali muncul di Provinsi Guangdong, Cina Selatan pada tanggal 16 November 2002. Di dalam waktu kurang lebih 3 bulan, SARS sudah menginfeksi 305 jiwa dengan kasus kematian mencapai 5 kasus.

Pada saat tersebut, kasus tersebut dianggap sebagai radang paru-paru yang tidak khas atau istilah medisnya disebut pneumonia atipikal.

Kemudian pada Februari 2003, SARS berhasil diidentifikasi untuk pertama kalinya. Seorang dokter, bernama dr. Carlo Urbani, menemukan penyakit tersebut pada seseorang yang bepergian dari China ke Vietnam melalui Hong Kong.

Pasien tersebut dan dr. Carlo akhirnya meninggal karena penyakit SARS. SARS menyebar dan menginfeksi ribuan orang di Asia, Australia, Eropa, Afrika, dan benua Amerika. Saat puncak penyebaran, kasus SARS yang baru, dapat mencapai 200 kasus tiap harinya.

Gejala yang sering dialami seluruh penderita SARS adalah demam di atas 38 derajat celcius yang kemudian terjadi sesak napas.

Penyakit ini belum ada vaksinnya, sehingga penanggulangannya hanya dibantu alat bantu pernapasan.

3. Virus Flu Burung

Flu burung adalah suatu jenis penyakit influenza tipe Ayang ditularkan oleh burung atau unggas kepada manusia.

Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.

Dua jenis virus flu burung, yaitu H5N1 dan H7N9, sampai saat ini menyebabkan wabah di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan beberapa bagian Eropa.

Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan. Infeksi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat, sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.

Masa inkubasi virus flu burung dari masuk ke tubuh manusia sampai menimbulkan gejala adalah sekitar 3 sampai 5 hari.

Seseorang yang terkena flu burung akan mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, pegal-pegal, pilek, batuk, dan sesak.

Akan tetapi, sebelum gejala tersebut muncul, penderita flu burung yang terlebih dahulu mengalami muntah, sakit perut, diare, mimisan, serta nyeri pada dada.

Pengobatan terhadap flu burung harus dilakukan secepat mungkin. Jika tidak, penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa penderitanya, seperti infeksi paru-paru dan gagalnya mutiorgan.

Awal wabah ini pada peternakan di dunia yang telah dikonfirmasi sejak Desember 2003. Wabah flu burung juga sudah melanda benua Afrika.

4. Virus HIV 

Fakta Unik dan Menarik Seputar 5 Virus Paling Mematikan di Dunia

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan jenis virus yang sangat mematikan di dunia. Sampai sekarang, belum ditemukan obat untuk mencegah dan mengobati akibat infeksi virus ini.

Virus HIV menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. Istilah HIV telah digunakan sejak 1986 sebagai nama untuk retrovirus yang diusulkan pertama kali sebagai penyebab AIDS oleh Luc Montagnier dari Perancis.

HIV dapat menular melalui hubungan kelamin, hubungan seks oral atau melalui anus, transfusi darah, penggunaan bersama jarum terkontaminasi HIV, dan antara ibu dan bayinya selama masa hamil, kelahiran, dan menyusui.

Baca : Edaran Mendikbud tentang Pencegahan Virus Corona di Satuan Pendidikan

HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh.

Tidak seperti virus lainnya, tubuh tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika tubuh terinfeksi HIV, akan memilikinya sepanjang hidup.

5. Virus Herpes Simplex

Radang otak (Ensefalitis) adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada otak. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi anak-anak dan lansia memiliki risiko tertinggi karena sistem kekebalan tubuh mereka yang cenderung lebih lemah.

Radang otak kadang diawali dengan gejala-gejala ringan, seperti sakit kepala, lelah, demam, serta pegal-pegal.

Kondisi penderita kemudian dapat menurun secara drastis dengan indikasi-indikasi yang lebih serius, antara lain kejang, lingkung, halusinasi, melemasnya otot, kelumpuhan wajah dan bagian tubuh tertentu, serta gangguang penglihatan.

Gejala awal penyakit ini cenderung mirip dengan indikasi flu sehingga sulit dideteksi. Infeksi virus diduga berperan penting terhadap terjadinya penyakit ini.

Infeksi virus yang dapat memicu kondisi ini adalah virus herpes simpleks, yang menyebabkan terjadinya penyakit herpes di mulut maupun di kelamin. Herpes simpleks merupakan virus yang paling sering ditemukan pada kasus radang otak.

Selain itu, radang otak dapat juga disebabkan oleh virus dari hewan, misalnya virus rabies serta virus yang disebarkan oleh nyamuk dan caplak.

6. Virus Hepatitis B (VHB)

Hepatitis B merupakan suatu penyakit hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB). Virus Hepatitis B adalah salah satu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut yang sebagian kasusnya dapat menjadi sirosi hati atau kanker hati.

Virus Hepatitis B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya.

Virus ini dapat menyerang siapa saja pada semua golongan umur. Gejala dari penyakit hepatitis B yang sering muncul adalah nyeri pada perut, urine berwarna coklat gelap, demam tinggi, nyeri sendi, hilangnya napsu makan, mual dan muntah, mudah lelah, serta kulit dan bagian mata menguning.

Di dalam banyak kasus, gejala hepatitis B tidak langsung disadari oleh penderita.  Gejala hepatitis B biasanya akan muncul sekitar satu sampai empat bulan setelah terinfeksi.

Obat hepatitis B yang diberikan oleh dokter pada pada penderita Hepatitis B sebenarnya hanya untuk menekan pertumbuhan virus di dalam tubuh.

Dengan demikian, orang yang terinfeksi virus Hepatitis B harus melakukan pengobatan seumur hidupnya.

Leave a Reply