Inilah Ciri-ciri Virus yang Membedakannya Dengan Bakteri

Virus dan bakteri keduanya termasuk dalam kelompok mikroorganisme atau organisme berukuran mikro (sangat kecil). Karena ukurannya yang mikro (bahkan milimikron), maka virus dan bakteri hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop.

Meskipun sama-sama mikroorganisme, virus dan bakteri ternyata memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Salah satu perbedaanya adalah kemampuannya dalam bertahan hidup. Bakteri dapat berkembangbiak sendiri dengan cara membelah diri.

Sedangkan virus adalah mikroba yang dapat hidup dengan menempel pada inangnya. Virus akan bisa berkembangbiak setelah menempel pada makhluk hidup lain.

Bakteri juga dapat bertahan hidup pada berbagai keadaan, termasuk dalam lingkungan yang ekstrim sekalipun, misalnya lingkungan yang sangat panas dan sangat dingin atau lingkungan yang mengandung radioaktif. Sebaliknya, virus biasanya tidak mampu bertahan hidup lama pada suhu yang ekstrim.

Berbicara mengenai sifatnya yang parasit, maka sebenarnya hanya sekitar 1 persen bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.

Sebagian besar bakteri justru bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperi membantu mencerna makanan, melawan mikroba lain. melawan sel kanker, dan menyediakan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Berbeda dengan bakteri, virus pada umumnya dapat menyebabkan penyakit. Virus juga memiliki kemampuan untuk menyerang sel tertentu secara spesifik. Bahkan di dalam kasus tertentu, virus juga dapat menyerang bakteri.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang virus, inilah ciri-ciri virus yang membedakannya dengan bakteri.

1. Memiliki materi genetik

Setiap virus memiliki materi genetik, yaitu asam nukleat yang terdiri dari DNA atau RNA. Materi genetik ini terdapat pada bagian kepala virus.

Karena memiliki kemampuan genetis, maka virus biasanya akan menempel pada suatu sel dan mengambli alih fungsi sel untuk berkembang biak sampai sel tersebut mati.

Di dalam kasus lain, virus mampu mengubah sel-sel normal menjadi sel yang lebih berbahaya bagi kesehatan tubuh.

2. Merupakan mikroorganisme paling kecil

Virus adalah organisme yang berukuran paling kecil dibandingkan kelompok taksonomi lainnya. Virus yang paling kecil berukuran diameter 20 nm dan paling besar berdiameter 80 cm, yaitu virus Ebola.

Karena ukurannya yang sangat mikroskopis inilah, maka untuk pengamatannya digunakan mikroskop elektron yang memiliki perbesaran ribuan kali.

3. Struktur tubuhnya sangat sederhana

Sebenarnya, struktur tubuh virus sangat sederhana, hanya terdiri dari kepala dan ekor. Pada bagian kepala virus terdapat DNA/RNA, yang berperan sebagai material genetik. Sedangkan pada ekor tersusun atas selubung ekor dan serabut ekor.

Serabut ekor berfungsi sebagai penerima rangsang (reseptor). Selubung ekor berperan untuk menginfeksi dan menghancurkan lapisan kulit bakteri atau sel agar bisa memasukkan RNA/DNA kepada sel inang untuk berkembangbiak.

4, Bersifat parasit

Virus dapat menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Virus merupakan parasit berukuran mikroskopis yang memiliki sifat menginfeksi sel organisme bilogis. Hal ini disebabkan virus hanya dapat berkembangbiak pada material hidup.

Baca : 5 Tips Sederhana Mencegah Infeksi Virus Corona yang Mematikan

Caranya adalah dengan menginvasi dan memanfaatkan sel-sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perangkat organel sel untuk bereproduksi sendiri.

5. Dapat dikristalkan

Virus tidak dapat dikategorikan sebagai sel, karena hanya berisi partikel penginfeksi yang terdiri dari asam nukleat yang terbungkus di dalam lapisan pelindung.

Di dalam beberapa penelitian ilmiah, ditemukan bahwa virus dapat dikristalkan sehingga virus bukan merupakan sel hidup.

Sel yang paling sederhana sekalipun tidak dapat beragregasi menjadi sel.  Meskipun demikian, virus memiliki DNA atau RNA yang menjadikannya sebagai organisme hidup.

6. Hanya spesifik menginfeksi jenis inang tertentu

Jenis inang yang diinfeksi virus penentuannya menggunakan kesesuaian lubang dan kunci, yaitu antara protein pada bagian luar dengan molekul reseptor sel inang.

Beberapa virus bahkan memiliki inang yang cukup luas sehingga mampu menginfeksi dan menjadi parasit bagi beberaoa spesies. Misalnya, virus flu burung yang juga dapat menginfeksi unggas, babi, dan manusia.

7. Genom virus lebih beragam

Virus memiliki genom yang lebih beragam daripada genom konvensional yang dimiliki organisme lainnya (DNA tunggal atau single heliks).

Genom virus daoat terdiri dari DNA untai ganda, RNA untai ganda, DNA untai tunggal, atau RNA untai tunggal. Beragamnya genom virus ini tergantung pada tipe virusnya.

Leave a Reply