Juknis Tunjangan Intensif Guru Bukan PNS RA dan Madrasah Tahun 2021

Juknis Tunjangan Intensif Guru Bukan PNS RA dan Madrasah Tahun 2021

Dvcodes.com. Direktur Jenderal Pendidikan Islam baru saja menerbitkan keputusan terkait Juknis Tunjangan Intensif Guru Bukan PNS RA dan Madrasah tahun 2021.

Keputusan tersebut bernomor 7242 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil Pada Raudlatul Athfal dan Madrasah Tahun 2021.

Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya merupakan guru bukan pegawai negeri sipil pada RA dan Madrasah yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemberian tunjangan insentif bagi guru bukan pegawai negeri sipil untuk meningkatkan motivasi, kinerja dan kesejahteraannya, sehingga kualitas pembelajaran pada Raudtatul Athfal dan Madrasah ikut meningkat.

Penetapan penerima dalam bentuk penerbitan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data Simpatika.

Baca : Download Juknis Bantuan KKG dan Tendik Madrasah Tahun 2021

Pemberian tunjangan insentif bagi guru bukan PNS pada RA dan Madrasah dibebankan anggarannya pada DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Penerbitan Petunjuk Teknis ini selanjutnya menjadi acuan dalam pelaksanaan Pemberian Tunjangan Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil pada Raudlatul Athfal dan Madrasah Tahun 2021.

Tujuan dan Sasaran

Pemberian Tunjangan Insentif bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil pada RA dan Madrasah bertujuan untuk meningkatkan:

1. kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik di RA dan Madrasah;

2. motivasi dan kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya; dan

3. kesejahteraan Guru RA dan Madrasah bukan bukan pegawai negeri sipil.

Sasaran atau penerima tunjangan insentif guru dengan kriteria atau persyaratan sebagai berikut.

1. Berstatus sebagai guru RA dan Madrasah.

2. Bukan PNS, bukan CPNS dan/atau PPPK pada Kementerian Agama atau instansi lain.

Kriteria Penerima Bantuan

Kriteria guru RA dan Madrasah penerima tunjangan insentif sebagai berikut.

1. Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama).

2. Belum lulus Sertifikasi.

3. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

4. Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama.

5. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah, yaitu guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah, Kepala Madrasah Negeri dan/atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk jangka waktu paling singkat 2 (dua) tahun secara terus menerus

f. Memenuhi Kualifikasi Akademik S-1 atau D-IV.

g. Memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya.

h. Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama.

i. Belum usia pensiun (60 Tahun).

j. Tidak beralih status dari guru RA dan Madrasah.

k. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah.

l. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif.

m. Pembayaran Tunjangan Insentif kepada guru yang layak telah bayar oleh Simpatika Pembuktiannya, yaitu dengan Surat Keterangan Layak Bayar).

Nominal Tunjangan Insentif

Penyaluran Tunjangan Insentif bagi guru bukan PNS pada RA/Madrasah kepada guru yang berhak menerimanya secara langsung ke rekening guru yang bersangkutan. Periode penyaluran tunjangan insentif adalah setiap semester.

Besar tunjangan insentif, yaitu Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per orang per bulan, dan berlaku untuk 12 (dua belas) bulan (terhitung mulai bulan Januari – Desember 2021), sehingga total penerimaan untuk 1 (satu) tahun adalah Rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah).

Jumlah tersebut diberikan kepada guru secara penuh dan tidak dibenarkan adanya pengurangan, pemotongan atau pungutan dengan alasan apapun, dalam bentuk apapun, dan oleh pihak manapun, kecuali pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tiap guru yang memenuhi kriteria dan persyaratan sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis ini, menerima Tunjangan Insentif (Rp. 250.000,- per bulan atau Rp. 3.000.000,- dalam setahun), meskipun mengajar pada 2 (dua) RA dan Madrasah atau lebih.

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7242 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil Pada Raudlatul Athfal dan Madrasah Tahun 2021 selengkanya dapat dibaca dan diunduh di sini.

Demikian informasi mengenai Juknis Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS Pada RA dan Madrasah Tahun 2021. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *