Pahami Pendidikan Karakter Yang Tepat Untuk Anak Usia SD

Pemahaman mengenai perkembangan karakter anak diperlukan oleh orangtua, sehingga dapat memilih pendidikan karakter yang tepat untuk ditanamkan.

Hal tersebut penting karena penanaman pendidikan karakter yang tepat sejak dini akan memengaruhi seperti apa anak tersebut ketika menjadi dewasa.

Pada dasarnya, karakter terbentuk dari hasil pemahaman tiga hubungan yang pasti akan dialami oleh manusia atau diistilahkan triangle relationship.

Ketiga hubungan tersebut adalah hubungan interpersonal (hubungan dengan diri sendiri), hubungan sosial (hubungan dengan lingkungan), dan hubungan spiritual (hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa).

Setiap hasil hubungan tersebut, selanjutnya akan memberikan pemahaman yang akan menjadi nilai dan keyakinan pada anak. Hal ini akan menentukan bagaimana cara anak untuk memperlakukan dunianya.

Dengan demikian, orangtua sangat perlu untuk menumbuhkan pemahaman yang positif pada anak dengan menanamkan nilai-nilai karakter yang tepat.

Pilar Pendidikan Karakter

Esensi pendidikan karakter pada dasarnya sama dengan pendidikan moral dan  pendidikan akhlak. Tujuannya adalah untuk membentuk priibadi anak agar menjadi manusia yang baik, warga masyarakat dan warga negara yang baik.

Baca : 5 Tips Efektif Mengatasi Kebosanan Anak Belajar Dari Rumah

Hakikat pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai. Pendidikan nilai ini diperoleh dari nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri.

Sedangkan pilar-pilar pendidikan karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, meliputi :

1. karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya;

2. kemandirian dan tanggungjawab;

3. kejujuran dan diplomatis;

4. hormat dan santun;

5. dermawan, suka tolong-menolong dan kerjasama;

6. percaya diri dan pekerja keras;

7. kepemimpinan dan keadilan;

8. baik dan rendah hati, dan;

9. karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Pendidikan Karakter Untuk Anak Usia SD

Terdapat beberapa pendidikan karakter yang perlu diajarkan untuk anak usia Sekolah Dasar (SD). Nilai-nilai karakter yang seharusnya dimiliki anak usia SD, antara lain sebagai berikut.

1. Rasa syukur

2. Bekerjasama

3. Empati

4. Kasih Sayang

5. Tanggungjawab

6. Kerjasama

7. Jujur

Pendidikan karakter anak dapat diterapkan oleh orangtua sejak dini di dalam lingkungan keluarga, termasuk pada anak usia SD.

Berikut ini adalah contoh penerapan pendidikan karakter yang tepat untuk anak usia SD.

1. Mengajak anak berkomunikasi dan diskusi

Orangtua perlu melakukan melakukan komunikasi dengan anak maupun berdiskusi tentang suatu permasalahan ringan. Dengan demikian orangtua akan dapat mengetahui apa yang diinginkan anak.

Kegiatan tersebut juga akan memupuk rasa pecaya diri anak, menumbuhkan etika bertutur kata, dan mengembangkan kemampuannya berbahasa.

2. Mengajak anak membantu pekerjaan rumah

Anak juga perlu diajak untuk melakukan pekerjaan ringan di rumah secara bersama-sama. Orangtua juga tidak boleh menuntut hasil kerja yang sempurna dari anak-anaknya dan tidak menyamakan hasil pekerjaan anak dengan pekerjaan orang dewasa.

Karakter yang akan muncul dari kegiatan ini adalah kerjasama, kepedulian, cinta lingkungan, dan tanggungjawab.

3. Mengajak anak beribadah secara rutin

Orangtua dapat menanamkan nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara mengajak anak bersama-sama beribadah.

Misalnya, untuk yang beragama Islam, seorang ayah dapat menjadi imam istri dan anak saat shalat berjamaah. Kegiatan ibadah secara rutin ini akan mengajarkan pada anak tentang kedekatan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

4. Mendongeng sebelum tidur

Mendongeng sebelum tidur adalah upaya yang efektif dilakukan orangtua untuk mengenalkan karakter teladan pada anak.

Beberapa saat sebelum anak tidur, maka otak anak akan mengalami puncak kenyamanan. Dengan demikian dongeng yang diceritakan akan cepat meresap ke dalam ingatan anak dalam jangka panjang.

5. Mengajak anak makan bersama

Orangtua perlu mengajar anak untuk mengajak makan bersama dalam satu meja. Akan ada banyak nilai manfaat yang diperoleh anak saat makan bersama.

Nilai-nilai yang dapat diperoleh dari mengajak anak makan bersama adalah rasa syukur, empati, menghargai hasil karya orang lain, dan etika makan yang benar.

6. Mengajak anak bermain bersama

Anak-anak usia SD kelas 1 atau 2 masih membutuhkan lebih banyak bermain di dalam dunia mereka. Hal ini penting untuk melatih motorik kasar anak.

Orangtua dapat mengajak anak untuk bermain dengan berlari, melompat, menaiki tangga, atau melempar bola. Kegiatan bermain bersama ini akan membangun sebuah kedekatan yang baik untuk perkembangan karakter anak.

7. Mengajak jalan-jalan

Kegiatan jalan-jalan ini dapat dilakukan secara bersama-sama. Ketika sedang berjalan-jalan menikmati keindahan alam, orangtua dapat mengenalkan kepada anak tentang sumber daya alam.

Dengan mengenali alam secara lebih dekat, anak akan memiliki rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang telah diciptakan-Nya di Bumi.

8. Mengajak anak berkebun

Berkebun merupakan bentuk kegiatan pendidikan karakter yang diberikan kepada anak secara tidak langsung.

Dengan berkebun, anak akan mengetahui jenis-jenis tanaman. cara bercocok tanam, cara panen. dan sebagainya. Kegiatan ini akan menumbuhkan nilai karakter, seperti bekerja keras dan menghargai hasil karya orang lain.

Leave a Reply