Latihan Soal IPA Pengukuran Kelas 7 SMP Kurikulum 2013

Ringkasan Materi

A. Macam-macam Pengukuran

Pengukuran dalam fisika dapat diartikan sebagai kegiatan mengukur suatu besaran dari objek atau benda.

Pengukuran terbagi menjadi dua jenis, yaitu pengukuran tunggal dan pengukuran berulang. Pengukuran tunggal merupakan pengukuran yang hanya dilakukan satu kali.

Pengukuran tunggal dilakukan jika besaran yang diukur tidak berubah-ubah (tetap), sehingga hasil pengukurannya cukup akurat.

Contoh pengukuran tunggal, misalnya pengukuran panjang pensil, pengukuran kecepatan pelari, dan pengukuran volume air.

Sedangkan, pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan berkali-kali. Contoh pengukuran berulang, misalnya pada kasus pengukuran diameter sebuah kelereng yang sering berbeda hasilnya jika diukur pada bagian yang berbeda.

Pengukuran berulang memiliki kelebihan, yaitu hasil pengukuran lebih mendekati nilai sebenarnya dan ketidakpastian lebih kecil dibandingkan ketidakpastian pengukuran tunggal.

B. Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Berdasarkan jenis satuanya, maka besaran dibedakan menjadi besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok merupakan besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu, terdiri atas tujuh besaran.

Berikut ini tujuh besaran pokok besarta satuannya berdasarkan Satuan Internasional (SI).

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Misalnya : Luas adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang, kecepatan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu.

Beberapa contoh besaran turunan yang lain dapat dilihat pada tabel berikut.

C. Satuan Baku dan Tidak Baku

Satuan baku adalah satuan yang telah disepakati pemakaiannya secara internasional atau disebut juga Sistem Internasional (SI).

Syarat satuan baku adalah berlaku internasional, mudah ditiru, dan tidak berubah. Satuan dalam Sistem Internasional dibagi menjadi dua sistem, yaitu sistem MKS (meter – kilogram – sekon) dan sistem CGS (centimeter – gram – sekon).

Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional, hanya digunakan pada wilayah tertentu saja.

Sebelum ditemukannya alat ukur, maka penduduk pada jaman dahulu menggunakan satuan tidak baku untuk pedoman pengukuran. Contoh satuan tidak baku, antara lain hasta, depa, kaki, lengan, dan tumbak.

D. Jenis-jenis Alat Ukur

Alat ukur digunakan dalam pengukuran sesuai dengan besaran yang akan diukur. Setiap alat ukur memiliki tingkat ketelian yang berbeda-beda, tergantung pada skala yang ada. Semakin kecil skala yang digunakan, maka alat ukur memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.

Penggunaan suatu alat ukur tertentu ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain ketelitian hasil ukur, ukuran besaran yang diukur, dan bentuk benda yang akan diukur.

Berikut ini beberapa alat ukur panjang, massa, dan waktu yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Alat Ukur Panjang

1. Mistar

2. Jangka Sorong

3. Mikrometer Sekrup

Alat Ukur Massa

1. Neraca O’hauss Tiga Lengan

2. Neraca Digital

3. Neraca Analitis Dua Lengan

4. Neraca Pasar

Alat Ukur Waktu

1. Arloji

2. Stopwatch

3. Jam Matahari

Latihan Soal IPA Pengukuran Kelas 7 SMP Kurikulum 2013

Berikut ini latihan soal IPA Pengukuran kelas 7 SMP Kurikulum 2013. Latihan soal IPA ini untuk membantu belajar peserta didik kelas 7 SMP/MTs dalam memahami materi Pengukuran.

Soal nomor 1

Membandingkan besaran yang diukur dengan besaran yang sesuai adalah pengertian dari ….

a.   penyelidikan

b.   penafsiran

c.   pengukuran

d.   pengamatan

Soal nomor 2

Berikut ini yang tidak termasuk satuan baku adalah ….

a.  depa

b.   ons

c.   liter

d.  meter

Soal nomor 3

Berikut ini yang bukan merupakan syarat satuan baku adalah ….

a.   bersifat lokal

b.   mudah ditiru

c.   tidak berubah

d.   berlaku global

Soal nomor 4

Budi melakukan beberapa kegiatan pengukuran dan diperoleh data sebagai berikut.

(1) Massa telur dalam plastik 0,5 kg

(2) Volume batu 40 cm3

(3) Suhu kamar tidur 25ºC

(4) Tinggi meja belajar 80 cm

(5) Luas ruangan tamu 12 m2

(6) Denyut jantung Doni 78 denyut per menit

Hasil pengukuran Doni yang termasuk besaran pokok adalah ….

A. (1), (2), dan (3)

B. (1), (3), dan (4)

C. (2), (5), dan (6)

D. (4), (5), dan (6)

Soal nomor 5

Perhatikan gambar alat dan bahan serta data pengukuran berikut ini!

Besaran fisika yang terukur sesuai data yang di[perlihatkan tersebut adalah ….

Soal nomor 6

Besaran gaya diturunkan dari besaran pokok ….

A. massa dan panjang

B. massa dan percepatan gravitasi

C. massa, panjang dan waktu

D. jarak dan percepatan gravitasi

Soal nomor 7

Berikut ini adalah dua contoh pengukuran menggunakan amperemeter. dari dua posisi jarum Q dan P.

Pada saat amperemeter dipasang pada batas ukur 1 A, hasilnya ditunjukkan oleh jarum P. Sedangkan pada saat dipasang pada batas ukur 100 mA, hasilnya ditunjukkan oleh jarum Q. Besarnya nilai yang ditunjukkan oleh jarum P dan Q berturut-turut adalah ….

A. Q: 0,02 A, P: 0,054 A

B. Q: 0,022 A, P: 0,54 A

C. Q: 20,22 A, P: 50,40 A

D. Q: 22,20 A, P: 54,00 A

Soal nomor 8

Untuk sampai ke Bandung, Didi memerlukan waktu 3 jam 45 menit. Waktu tersebut jika dikonversi ke dalam SI adalah… .

A. 765 s

B. 10.800 s

C. 13.500 s

D. 14.265 s

Soal nomor 9

Perhatikan hasil pengukuran berikut!

Apabila neraca dalam keadaan setimbang, maka besar massa benda P adalah ….

A.  1.300 gram

B.  1.200 gram

C.  280 gram

D.  100 gram

Soal nomor 10

Perhatikan gambar berikut!

Hasil pengukuran volume batu (P) adalah….

A.  18 ml

B.  19 ml

C.  20 ml

D.  21 ml

Soal nomor 11

Perhatikan hasil pengukuran waktu di bawah ini!

Hasil pengukuran stopwatch di atas menunjukkan waktu yang ditempuh oleh pelari pertama dan pelari kedua dengan jarak tempuh yang sama. Waktu total dari kedua pelari adalah ….

A.  56 sekon

B.  76 sekon

C.  67 sekon

D.  65 sekon

Soal nomor 12

Perhatikan gambar berikut!

Panjang balok yang diukur dengan mistar adalah ….

A.  1,5 cm

B.  2,0 cm

C.  2,5 cm

D.  3,0 cm

Soal nomor 13

Sebuah balok diukur ketebalannya menggunakan jangka sorong dengan hasil pengukuran seperti pada gambar berikut. Besarnya hasil pengukuran adalah ….

Contoh Soal Besaran Satuan dan Pengukuran Beserta Pembahasannya

A.  5,70 cm

B.  5,75 cm

C.  5,85 cm

D.  5,90 cm

Soal nomor 14

Berikut ini yang bukan merupakan satuan massa adalah ….

A. N

B. kg

C. ton

D. kuintal

Soal nomor 15

Di bawah ini yang bukan merupakan satuan besaran turunan adalah ….

A. m/s

B. ampere

C. kg/m2

D. m/s2

Soal nomor 16

Diameter sebuah kawat adalah 0,766 mm. Jika dinyatakan dalam satuan kilometer, diameter tersebut adalah ….

A. 7,55 x 10-6 km

B. 7,55 x 10-7 km

C. 7,55 x 10-9 km

D. 7,55 x 10-10 km

Soal nomor 17

Satu kilogram standar sama dengan massa 1 liter air murni pada suhu ….

A. -10°C

B. 0°C

C. 4°C

D. 100°C

Soal nomor 18

Berikut ini yang termasuk besaran vektor adalah ….

A. jarak dan daya

B. volume dan usaha

C. kelajuan dan percepatan

D. luas dan tegangan

Soal nomor 19

Besaran vektor adalah besaran ….

A. yang memiliki arah saja

B. yang memiliki nilai saja

C. memiliki nilai dan arah

D. tidak memiliki nilai dan arah

Soal nomor 20

Diameter butir darah merah adalah 10-10 m. Jika dinyatakan dalam satuan mm, maka diameter tersebut adalah ….

A. 10-13 mm

B. 10-7 mm

C. 107 mm

D. 1013 mm

Soal nomor 21

Perhatikan kelompok besaran berikut!

(1) Panjang

(2) Intensitas cahaya

(3) Kelajuan

(4) Volume

(5) Gaya

Besaran turunan ditunjukkan oleh nomor ….

A. (1), (2), dan (4)

B. (1), (3), dan (5)

C. (2), (3). dan (5)

D. (3), (4), dan (5)

Soal nomor 22

Perhatikan gambar berikut!

contoh soal mikrometer sekrup

Hasil pengukuran menggunakan mikrometer skrup sesuai gambar di atas adalah ….

A. 3,40 mm

B. 4,30 mm

C. 5,30 mm

D. 5,40 mm

Soal nomor 23

Satuan dari besaran beda potensial listrik, frekuensi, dan tekanan dalam SI secara berturut-turut adalah ….

A. ampere, sekon, dan kg/m2

B. volt, sekon, dan N/cm2

C. volt, Hz, dan N/m2

D. ampere, Hz, dan kg/m2

Soal nomor 24

Tingkat ketelitian dari mikrometer skrup adalah ….

A. 0,001 mm

B. 001 mm

C. 0,05 mm

D. 0,1 mm

Soal nomor 25

Panjang setiap langkah Gani adalah 45 cm. Untuk menempuh jarak dari pintu rumah ke jalan yang berjarak 1.125 cm, Gani harus melangkah sebanyak …..

A. 15 kali

B. 20 kali

C. 25 kali

D. 30 kali

Unduh latihan soal IPA di atas dalam format MS Word di sini.

Latihan soal IPA kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 lainnya dapat di unduh pada link berikut.

  • Latihan Soal IPA Organisasi Kehidupan Kelas 7 SMP K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Ekosistem Kelas 7 SMP MTs Kurikulum 2013 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Pencemaran Lingkungan Kelas 7 SMP K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Pemanasan Global Kelas 7 SMP K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Struktur Bumi Kelas 7 SMP Kurikulum 2013 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Tata Surya Kelas 7 SMP MTs Kurikulum 2013 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas 7 SMP K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Ciri-ciri Makhluk Hidup Kelas 7 SMP K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Unsur Senyawa Campuran Kelas 7 K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Perubahan Fisika dan Kimia Kelas 7 SMP K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Energi dan Perubahannya Kelas 7 SMP K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Asam Basa Kelas 7 SMP Kurikulum 2010 K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Suhu Kelas 7 SMP Kurikulum 2013 K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Massa Jenis Kelas 7 SMP Kurikulum 2013 K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Kalor Kelas 7 SMP Kurikulum 2013 K13 (Unduh)
  • Latihan Soal IPA Pemuaian Kelas 7 SMP Kurikulum 2013 (Unduh)

Demikian latihan soal IPA Pengukuran kelas 7 SMP Kurikulum 2013 K13. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply