Materi Tes Kesamaptaan Seleksi CPNS Kemenkumham 2019

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada tahun 2018 ini resmi membuka pendaftaraan CPNS untuk mengisi lowongan di beberapa formasi penting Kemenkumham.

Salah satu formasi yang dibuka dalam seleksi penerimaan CPNS 2019 Kemenkumham adalah penjaga tahanan atau sipir untuk lulusan SMA sederajat.

Baca : Formasi, Kriteria, Tahap, dan Jadwal Seleksi CPNS Kemenkumham 2019

Sebanyak 2.875 formasi dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan sipir pada lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Tahapan seleksi yang harus dilalui peserta tes CPNS Kemenkumham, khususnya penjaga tahanan adalah Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Pelamar yang dinyatakan lolos Seleksi Administrasi dapat mengikuti Seleksi Kompetensi dasar (SKD). Tiga peserta terbaik berhak hasil SKD berhak untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Materi uji dalam Seleksi Kompetensi Bidang untuk pelamar penjaga tahanan meliputi Pengamatan FIsik dan Keterampilan PFK (Kesamaptaan)

A.  Pemeriksaan kesehatan fisik

Pemeriksaan kesehatan fisik, meliputi :

1. tinggi badan = pria 160 cm, wanita 55 cm.

2. berat badan = ideal sesuai dengan index mass;

3. tekanan darah = sesuai ketentuan dokter;

4. penglihatan = tidak buta warna dan katarak;

5. pendengaran = tidak menggunakan alat bantu dengar dan tuli; dan

6. kondisi badan secara normal = tidak bertato.

7. Pengecekan tambahan (dari tim dokter), meliputi :

– bekas operasi;

– bekas patah tulang;

– cacat fisik; dan

– peserta wanita yang mengandung.

B. Tes Kesamaptaan 

Tes kesamaptaan menjadi tahap terakhir yang harus dilalui peserta sebelum pengumuman kelulusan. Peserta harus-benar memiliki kesiapan fisik dan mental yang baik pada saat tes berlangsung.

Seleksi kesamaptaan jasmani digunakan untuk mengetahui kondisi jasmani setiap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sehingga diharapkan seorang calon yang mempunyai daya tahan tubuh dan kekuatan fisik yang baik akan mampu mengikuti pelatihan-pelatihan dan pelaksanaan tugasnya.

Seleksi kesamaptaan untuk mengukur kondisi jasmani peserta melalui Kesamaptaan ”A” lari 12 menit, Kesamaptaan ”B” pull up/ channing, shit up, phus up dan shuttle run.

Tahapan Seleksi Tes Kesamaptaan

Tahapan dalam pelaksanaan Seleksi kesamaptaan jasmani, susunan seleksinya adalah sebagai berikut.

1. Seleksi Kesamaptaan Jasmani Untuk Pria

a. Seleksi kesamaptaan “A” lari 12 menit minimal jarak tempuh 1200 meter

b. Seleksi kesamaptaan “B” terdiri dari rangkaian seleksi meliputi:

1) Pull up maksimal 1 menit

2) Sit up maksimal 1 menit

3) Push up maksimal 1 menit

4) Shuttle run jarak 6 x 10 meter

2. Seleksi Kesamaptaan Jasmani Untuk Wanita

a. Seleksi kesamaptaan “A” lari 14 menit minimal jarak tempuh 1200 meterb)

b. Seleksi kesamaptaan “B” terdiri dari rangkaian Seleksi meliputi:

1) Chening maksimal 1 menit

2) Sit up maksimal 1 menit

3) Push up maksimal 1 menit

4) Shuttle run jarak 6 x 10 meter

Komponen Pengukuran Tes Kesamaptaan

1. Kesamaptaan jasmani “A” (Pria = lari 12 menit dan Wanita = lari 14 menit), yang diukur :

a) Daya tahan otot (muscle endurance).

b) Daya tahan jantung dan pernafasan / peredaran darah (cardio respiratory endurance).

2. kesamaptaan jasmani ”B” yang diukur :

a) Pull up dan chening mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan bagian dalam;

b) Sit up mengukur kekuatan dan daya tahan serta flexibilitas otot perut;

c) Push up mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan bagian luar;

d) Shuttle run mengukur kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh.

Urutan pelaksanaan Seleksi Tes Kesamaptaan

1. Melakukan pengecekan dan pengelompokan pria dan wanita sesuai dengan nomor urut Seleksi;

2. Sebelum pelaksanaan Seleksi, peserta Seleksi melaksanakan pemanasan dipimpin oleh petugas selama 5 s.d 10 menit;

3. Peserta melaksanakan Seleksi kesamaptaan jasmani “A” (lari 12 menit);

4. Peserta melaksanakan kesamaptaan jasmani ”B” (pull up/ chining, sit up/ modified, push up modified masing-masing selama 1 menit dan shuttle run 6 x 10 meter);

5. Setelah melaksanakan kesamaptaan ”A” peserta diberikan istirahat 10 menit dan setiap tahapan kesamaptaan ”B” diberikan waktu istirahat selama 5 menit.

Pelaksanaan Gerakan Kesamaptaan untuk Peserta Pria

1. Seleksi kesamaptaan jasmani “A” (lari 12 menit)

a. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan nomor urut Seleksi, kelompok pertama setelah pemanasan siap berdiri di belakang garis start, kemudian kelompok berikutnya untuk persiapan dan melakukan pemanasan, demikian seterusnya.

b. Penguji mengecek masing-masing peserta dengan memanggil nomor peserta dan langsung dijawab peserta dengan mengatakan ‘Siap’.

c. Starter merangkap Timer (pemegang stop watch) memberi aba-aba “Bersedia, Siap, “Ya” dan langsung menghidupkan stopwatch.

d. Setelah aba-aba “Ya” peserta langsung lari mengelilingi lapangan dengan arah berlawanan jarum jam mengikuti garis lintasan selama 12 menit.

e. Petugas pencatat nilai hasil keliling mengawasi dan mencatat peserta yang merupakan tanggungjawab atas penilaiannya.

f. Starter merangkap timer pada menit ke-5,10 dan 11, mengumumkan melalui megaphone atau pengeras suara bahwa waktu telah berjalan 5, 10 dan 11 menit, serta pada saat 10 detik terakhir memberikan hitungan mundur 10, 9, 8 dan seterusnya sampai dengan hitungan 1 diakhiri dengan tanda peluit panjang.

g. Setelah timer meniup peluit panjang, timer mengumumkan bahwa waktu sudah habis, agar peserta berhenti dan berjalan di tempat melepaskan nomor dada dan meletakkan di tempat berdiri masing-masing selanjutnya berjalan berbalik arah menuju tempat istirahat.

h. Pengawas lintasan mengambil nomor dada dan mencatat kelebihan jarak pada putaran terakhir untuk diteruskan kepada pencatat rekap.

i. Pencatat rekap menghitung jarak yang ditempuh masing-masing peserta termasuk kelebihan jarak yang diterima dan pengawas lintasan. Setetah dihitung segera diserahkan kepada petugas pencatat skor hasil nilai.

j. Apabila peluit panjang tanda waktu 12 menit berakhir masih ada peserta yang berlari atau berjalan maka pengawas lintasan mencatat jarak terakhir dan nomor dada peserta tersebut dan melaporkannya kepada ketua kelompok.

k. Bagi peserta yang melakukan pelanggaran/ kecurangan tersebut ketua kelompok dapat menegur atau dapat didiskualifikasi dengan terlebih dahulu dilakukan BAP.

Sikap permulaan lari 12 menit
2. Seleksi kesamaptaan jasmani “B”
a. Pull up
(1) Sikap permulaan

(a) Peserta menggantung pada palang dengan telapak tangan menghadap kedepan, ibu jari di bawah palang dan kaki tidak menyentuh tanah.

(b) Badan, kedua kaki lurus ke bawah.

(c) Peserta tidak mampu melompat untuk memegang palang dapat diberikan bantuan dengan kursi atau diangkat oleh petugas.

Pegangan pada palang
Sikap permulaan
(2) Gerakan

(a) Peserta mengangkat badan dengan kekuatan kedua tangan sampai dagu melewati palang .

(b) Gerakan selanjutnya turun mengantung seperti sikap permulaan.

(c) Kemudian kembali mengangkat badan dengan kedua tanan sempai dagu melewati palang, demikian diulang terus menerus sebanyak mungkin selama 1 menit.

(3) Gerakan yang salah (tidak dihitung)

(a) Mengangkat badan untuk hitungan berikutnya pada waktu siku belum lurus.

(b) Pada saat mengangkat badan dagu tidak melewati palang.

(c) Kaki yang bersangkutan menyentuh tanah.

(4) Ketentuan hitungan

(a) Satu hitungan adalah gerakan mengangkat badan sampai dengan dagu melewati palang

(b) Peserta mengangkat badan dengan posisi dihentakkan dan ayunan tetap dihitung dengan ketentuan lengan siku lurus dan dagu melewati palang.

(c) Gerakan yang salah tidak mendapat hitungan.

b. Sit Up
1) Sikap permulaan

(a) Peserta Seleksi berbaring telentang dengan lutut ditekuk sehingga kedua telapak kaki menempel di tanah kedua paha dan betis membentuk sudut 90 derajat, jarak kedua lutut selebar bahu.

(b) Kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dengan jari-jari terpegang (dianyam).

(c) Siku-siku tangan menyentuh tanah.

(d) Peserta berikutnya membantu memegang kedua kaki pada pergelangan/ mata kaki peserta yang akan melakukan gerakan dengan posisi jongkok, lutut sebelah kanan / kiri menyentuh tanah sedangkan lutut kaki kiri /kanan berada di antara kedua telapak kaki peserta yang akan melakukan gerakan. Cara memegang tidak dibenarkan menduduki kaki peserta.

Sikap permulaan
2) Gerakan

(a) Peserta mengangkat badan dengan kedua telapak tangan berada belakang kepala sampai pada posisi 90 derajat, kemudian badan membungkuk siku tangan kanan diarahkan sampai melewati di atas lutut sebelah kiri.

(b) Kemudian dengan cepat turun berbaring terlentang seperti sikap permulaan.

(c) Kemudian melakukan seperti gerakan pertama namun dengan posisi sebaliknya dengan sikutangan kiri diarahkan sampai melewati di atas lutut sebelah kanan.

(d) Demikian gerakan dilakukan sebanyak mungkin selama 1 menit.

(e) Gerakan berakhir bila peserta tidak mampu lagi melakukan gerakan dan berhenti selama lebih dari 5 detik.

Gerakan naik
Gerakan naik
Gerakan turun
3) Gerakan yang salah (tidak dihitung)

(a) Posisi badan pada saat mengangkat badan tidak sampai 90 derajat.

(b) Siku kanan tidak melewati lutut kaki sebelah kiri atau sebaliknya.

(c) Pada waktu kembali ke sikap semula (sikap telentang) kedua siku tangan tidak menyentuh tanah.

(d) Apabila pegangan tangan terlepas, gerakan tersebut tidak dihitung dan peserta kembali ke posisi semula serta meneruskan gerakan untuk mendapatkan hitungan berikutnya dengan memulai gerakan dari sikap telentang.

4) Ketentuan hitungan

(a) Dihitung satu hitungan dari sikap telentang sampai siku tangan kanan melampaui lutut sebelah kiri atau sebaliknya;

(b) Gerakan yang salah tidak mendapatkan hitungan.

c) Push Up
1) Sikap Permulaan

(a) Peserta tiarap seluruh tubuh menempel di tanah.

(b) Kedua telapak tangan boleh terbuka atau mengepal menempel di tanah. ke samping badan di bawah bahu dengan jarak selebar tubuh.

(c) Kedua kaki rapat lurus ke belakang dengan jari-jari bertumpu di tanah.

Sikap permulaan
2) Gerakan

(a) Peserta mengangkat badan dengan meluruskan tangan ke atas sehingga tubuh terangkat membentuk sudut 30 derajat dengan tanah dalam posisi kaki dan tubuh lurus.

(b) Gerakan berikutnya menurunkan badan dengan membengkokkan lengan sehingga berat badan turun dalam posisi jarak satu kepal (+ 10 cm) antara dada dengan tanah. Posisi badan menjadi lurus horisontal dengan tanah.

(c) Gerakan selanjutnya badan diangkat kembali dengan meluruskan lengan posisi badan tetap lurus dan kembali membentuk sudut 30 derajat dengan tanah.

(d) Demikian dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin dengan waktu maksimal 1 menit.

(e) Posisi peserta tangan dalam keadaan lurus (badan diangkat) apabila peserta tidak melakukan gerakan istirahat.

Gerakan naik
Gerakan turun
3) Gerakan yang salah (tidak dihitung)

(a) Sebelum lengan lurus pada saat mengangkat badan sudah turun kembali.

(b) Gerakan dilakukan dengan tubuh tidak lurus(bergelombang).

(c) Bagian tubuh menyentuh tanah.

4) Ketentuan hitungan

(a) Ketentuan hitungan mulai saat mengangkat badan dengan meluruskan lengan sampai lengan benar-benar lurus .

(b) Kemudian turun kembali dengan tubuh lurus sampai jarak 1 kepal (+ 10 cm) dari tananh langsung mengangkat badan untuk hitunan berikutnya; (c) Gerakan yang salah tidak mendapatkan hitungan.

d) Shuttle Run
1) Sikap permulaan

(a) Kelompok peserta yang terdiri dari 3-4 orang mengambil posisi start berdiri di belakang garis start di sebelah kanan atau kiri masing-masing tonggak/ tiang.

(b) Dalam posisi ”siap” menunggu aba-aba dari penguji.

Sikap permulaan
2) Gerakan

(a) Setelah ada aba-aba, “Ya” peserta lari secepat mungkin menuju tonggak yang berada di depannya sampai melewati tiang langsung memutar berbalik kembali ke tempat semula menuju ke tiang pertama.

(b) Apabila peserta start dari sebelah kanan tiang maka yang bersangkutan berlari menuju ke sebelah kiri tiang di depannya kemudian berbalik memutar melewati tiang menuju ke sebelah kanan tiang pertama sehingga membentuk angka delapan.dilakukan sebanyak tiga 3 kali putaran bolak-balik, demikian pula sebaliknya apabila peserta start dari sebelah kiri.

(c) Posisi finis, apabila peserta saat start disebelah kanan tiang pertama maka pada putaran ke 3 ketika berada di tiang ke 2 berlari lurus kedepan, ke arah sesuai posisi pada waktu start, demikian pula sebaliknya.

(d) Peserta tidak diperbolehkan memegang tiang tiang pada waktu berlari.

Gerakan lari
3) Gerakan yang salah (tidak dihitung)

(a) Start mendahului aba-aba “Ya”.

(b) Pada putaran pertama dan kedua tidak membuat angka delapan.

(c) Gerakan tidak dilakukan 3 kali bolak-balik.

(d) Pada putaran terakhir tidak berlari lurus menuju ke posisi waktu start.

(e) Peserta memegang tiang tiang pada waktu berlari.

4) Ketentuan hitungan

(a) Hasil gerakan diambil dari catatan waktu yang ditempuh dalam jarak 6 x 10 m.

(b) Bila ada peserta yang mendahului start sebelu ada aba-aba ”ya” maka pelaksanaan untuk kelompok tersebut diulangi.

(c) Bila ada peserta yang melakukan gerakan yang salah maka peserta tersebut dapat mengulangi setelah kelompok tersebut selesai.

Pelaksanaan Gerakan Kesamaptaan untuk Peserta Wanita

1. Seleksi kesamaptaan jasmani “A” (lari 12 menit)

Pelaksanaan kesamaptaan ”A” lari 12 menit untuk peserta wanita diberlakukan sama dengan pria.

2. Seleksi kesamaptaan jasmani “B”
a) Chinning
1) Sikap permulaan

(a) Dengan posisi palangsetinggi dada peserta memegang palang, telapak tangan menghadap kebadan kedua ibu jari berada atau menempel dibagian atas palang.

(b) Kedua tangan lurus memegang palang, posisi kaki maju selangkah kedepan lebih kurang (30 cm), badan dan kaki merebahkan kebelakang membentuk sudut 45 derajat dengan tanah.

Pegangan pada talang
Sikap permulaan
2) Gerakan

(a) Tarik badan kearah palang dengan kedua kaki tetap lurus sampai dada bagian atas menyentuh palang, dagu harus melampaui palang.

(b) Kemudian kembali kesikap semula posisi lengan lurus.

(c) Gerakan dilakukan selama 1 menit

Gerakan naik
Gerakan turun
3) Gerakan yang salah (tidak dihitung)

(a) Tidak seluruh telapak kaki menempel di lantai atau mengangkat telapak kaki.

(b) Dada tidak menyentuh palang.

(c) Dagu tidak melampaui palang.

(d) Ketika melaksanakan gerakan pantat mengayun dan badan bergelombang.

(e) Pada saat kembali ke sikap semula kedua lengan atau siku belum lurus badan sudah ditarik kembali..

4) Ketentuan hitungan

(a) Satu hitungan adalah gerakan menarik badan sampai dengan lengan lurus, membengkokkan lengan sampai dada bagian atas menyentuh palang dan dagu melampaui palang.

(b) Gerakan salah tidak dihitung.

b) Sit Up

1) Sikap permulaan

(a) Peserta berbaring telentang dengan lutut ditekuk sehingga kedua telapak kaki menempel di tanah kedua paha dan betis membentuk sudut 90 derajat.

(b) Kedua lenan lurus kedepan menempel di samping kedua paha, tela[ak tangan terbuka, jari-jari rapat.

(c) Peserta berikutnya membantu memegang kedua kaki pada pergelangan / mata kaki peserta

Sikap permulaan
2)  Gerakan

(a) Peserta mengangkat badan ke posisi duduk dengan kedua lengan lurus membuka ke depan sampai pada posisi 90 derajat dengan tanah.

(b) Gerakan selanjutnya kembali ke posisi semula kedua lengan tetap lurus dan menempel di samping kedua paha, punggung menyentuh tanah.

(c) Gerakan dilakukan berulang-ulang selama 1 menit.

Gerakan naik
Gerakan turun
3) Gerakan yang salah (tidak dihitung)

(a) Badan pada waktu diangkat di posisi duduk tidak sampai 90 derajat.

(b) Pada saat kembali ke posisi semula (berbarng telentang) punggung tidak menyentuh tanah;

(c) Pada saat mengangkat badan tangan menekan ke tanah atau berpegangan pada lutut/paha.

4) Ketentuan hitungan

(a) Dihitung satu hitungan dari sikap berbaring terlentang kemudian mengangkat badan sampai sikap duduk minimal 90 derajat.

(b) Kemudian kembali ke posisi semula untuk hitungan berikutnya.

(c) Peserta tidak diperbolehkan istirahat atau berhenti melakukan gerakan pada posisi semula (berbaring terlentang) lebih dari 5 detik apabila terjadi maka gerakan dinyatakan selesai.

(d) Gerakan yang salah tidak mendapatkan hitungan.

c) Push Up
1) Sikap Permulaan

(a) Peserta tiarap kedua lengan di samping badan telapak tangan menempel di tanah selebar bahu;

(b) Badan menempel di tanah lutut ditekuk ke atas posisi 90 derajat dengan tanah.

Sikap permulaan
2) Gerakan

(a) Badan diangkat dengan meluruskan lengan sampai badan/paha membentuk sudut 30 derajat dengan tanah.

(b) Kedua lutut digunakan badan ataupun ketika turun ke posisi semula posisi badan harus lurus;.

(c) Gerakan berikutnya kembali keposisi semula dengan menurunkan posisi badan sampai dada berjarak (+ 10 cm) dari tanah.

(d) Gerakan dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin dengan waktu maksimal 1 menit.

(e) Posisi tangan dalam keadaan lurus (badan diangkat) apabila peserta tidak melakukan gerakan istirahat.

Gerakan naik
Gerakan turun
3) Gerakan yang salah (tidak dihitung)

(a) Pada waktu mengangkat badan lengan belum lurus badan sudah turun kembali.

(b) Pada saat ke posisi semula badan/dada menyentuh lantai.

(c) Pada saat mengangkat badan ataupun turun ke posisi semula gerakan badan berkelompok.

(d) Pada saat mengangkat badan maupun turun ke posisi semula badan tidak lurus.

4) Ketentuan hitungan

(a) Satu hitungan di mulai dari gerakan mengangkat badan ke atas sampai lengan lurus, badan membentuk sudut + 30 derajat dengan tanah.

(b) Setelah turun ke posisi semula sampai badan berjarak + 10 cm dari tanah langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya.

d) Shuttle Run

Ketentuan shuttle run untuk peserta wanita baik sikap permulaan, gerakan, gerakan yang salah dan ketentuan hitungan sama dengan ketentuan pada peserta pria.

Demikian materi tes Kesamaptaan seleksi CPNS Kemenkumham 2019. Semoga bermanfaat untuk memberikan gambaran kepada peserta tes dalam mempersiapkan diri dalam mengikuti seleksi CPNS Kemenkumhan tahun 2019.

Tinggalkan Balasan