Pahami Syarat Kelulusan Tahun 2020 Setelah UN Dibatalkan

Pandemi Covid-19 telah membuat Ujian Nasional (UN) tahun 2020 dibatalkan pelaksanaannya. Pembatalan UN ini merupakan bentuk keseriusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam upaya mencegah semakin meluasnya wabah Covid-19.

Kesehatan siswa. guru. kepala sekolah, dan seluruh warga seolah menjadi pertimbangan utama pembatalan Ujian Nasional tahun 2020 di tengah masa darurat Covid-19.

Dengan ditetapkannya pembatalan Ujian Nasional tahun 2020 ini, maka keikutsertaan UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Syarat Ujian Sekolah Penentu Kelulusan Tahun 2020

Penentu kelulusan tahun 2020 tetap didasarkan pada nilai Ujian Sekolah. Ujian Sekolah (US) merupakan kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

Pelaksanaan Ujian Sekolah merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Menyikapi pelaksanaan Ujian Sekolah di tengah masa darurat Covid-19, maka Mendkbud telah menetapkan beberapa kebijakan mengenai kegiatan tersebut.

Kebjiakan Mendikbud mengenai Ujian Sekolah untuk kelulusan adalah Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang telah diperoleh siswa sebelumnya.

Ujian Sekolah juga dapat dilaksanakan dalam bentuk penugasan, tes daring, atau bentuk assesmen jarak jauh lainnya.

Baca :

Ujian Sekolah yang dilaksanakan dalam bentuk tes dengan cara mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan.

Ujian Sekolah harus dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa.

Bagi sekolah yang belum melaksanakan Ujian Sekolah, maka berlaku ketentuan sebagai berikut.

1. Kelulusan Sekolah Dasar/Sederajat

Kelulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

2. Kelulusan SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat

Kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

3. Kelulusan SMK/Sederajat

Kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Leave a Reply