Pengertian dan Jenis-jenis Asteroid Dalam Sistem Tata Surya

Dvcodes.comAsteroid merupakan salah satu anggota dalam sistem tata surya. Asteorid juga sering disebut sebagai planetoid (planet minor). Disebut demikian karena asteroid memiliki ukuran lebih kecil dari planet, tetapi lebih besar dari meteorid.

Sejarah kemunculan asteroid sendiri sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Ada teori yang menyebutkan bahwa asteroid terbentuk dari pecahan planet yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter.

Teori lainnya menyatakan bahwa asteroid adalah sisa-sisa dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Akan tetapi kedua teori tersebut masih lemah dan tidak dapat dipertahankan.

Asteroid merupakan benda langit yang suhu permukaannya sangat dingin, mencapai sekitar minus 73 derajat Celcius. Hal ini disebabkan karena asteroid terbentuk dari debu dan juga es yang membatu.

Selain batuan beku, bahan pembentuk asteroid juga ada yang berupa logam, seperti besi dan nikel. Permukaan asteroid pada umumnya berlubang atau membentuk kawah raksasa.

Asteroid memiliki berbagai bentuk dan ukuran, ada yang padat dan ada pula yang berbentuk tumpukan kecil dari puing-puing yang terikat oleh gravitasi.

Asteroid mempunyai berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa ada yang padat, sementara yang lain seperti tumpukan kecil dari puing-puing terikat bersama oleh gravitasi.

Secar umum, bentuk asteroid adalah tidak beraturan. Hanya satu jenis asteroid yang memiliki bentuk hampir bulat, yaitu Ceres.

Sebagian besar asteroid berada di antara orbit planet Mars dan Jupiter, sehingga disebut sebagai sabuk utama (main belt).

Asteroid tidak dapat dikategorikan sebagai bintang, karena tidak mampu memancarkan cahayanya sendiri.

Klasifikasi Asteroid

Berdasarkan komposisinya, asteroid dalam dikelompokkan ke dalam tiga jenis, sebagai berikut.

1. Asteroid Jenis C

Asteroid jenis C atau asteroid keabu-abuan merupakan jenis asteroid yang paling umum ditemui dalam sistem tata surya.

Lebih dari 75 persen asteroid yang tersebar di luar sabuk utama merupakan asteroid jenis C. Asteroid ini tersusun atas tanah liat dan batuan silikat.

2. Asteroid Jenis S

Asteroid jenis S atau asteroid silicaceous memiliki ciri berwarna hijau kemerahan dan terbuat dari silikat, besi, serta nikel.

Jumlah asteroid ini mencapai 17 persen dari asteroid yang ada dan mendominasi di sabuk utama dalam.

3. Asteroid Jenis M

Asteroid jenis M atau asteroid metalik memiliki warna kemerahan dan berada di wilayah tengah sabuk utama. Asteroid ini tersusun atas besi dan nikel.

Jenis-jenis Asteroid dalam Sistem Tata Surya

Berikut ini adalah beberapa jenis asteroid yang sudah ditemukan dalam sistem tata surya beserta ciri-cirinya.

1. Pallas

Pallas adalah asteroid kedua yang ditemukan oleh astronom Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers pada tanggal 28 Maret 1802.

Pallas adalah salah satu dari empat asteroid besar yang ada di sabuk asteroid, selain Ceres, Vesta, dan Hygiea., dan Pallas). Pallas memiliki ukuran sama seperti Vesta.

2. Vesta

Vesta menjadi asteroid terbesar kedua yang terletak di sabuk utama dengan ukuran diameter sebesar 530 kilometer. Vesta ditemukan pada tanggal 29 Maret 1807 oleh astronom Jerman Heinrich Wilhelm Olbers

Vesta diperkirakan memiliki massa 9 persen dari massa semua sabuk asteroid dan merupakan asteroid yang paling terang.

3. Ceres

Ceres ditemukan pada tanggal 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Ceres merupakan sebuah planet kerdil yang terletak di sabuk utama asteroid.

Hampir 150 tahun lamanya, semenjak pertama kali ditemukan. Ceres diyakini sebagai planet. Sampai pada akhirnya, tanggal 24 Agustus 2006, Ceres ditetapkan sebagai asteroid. Ceres memiliki massa sebesar 9,45 ± 0,04 × 1020 kg dengan diameter yang sekitar 950 km.

4. Interamnia

Interamnia ditemukan pada tanggal 2 Oktober 1910 oleh Vincenzo Cerulli. Interamnia menjadi jenis asteroid kelima terbesar besar sesudah Ceres, Vesta, Pallas, dan Hygiea.

Diameter Interamnia sekitar 350 km dengan massa kurang lebih sebesar 1,2 persen dari massa seluruh sabuk asteroid.

5. Toutatis

Asteroid ini diberi nama mirip dewa Celtic. Toutatis ini menjadi asteroid paling unik, karena gerakannya yang tidak beraturan dan tidak berputar mengelingi sumbunya.

Asteroid ini berpotensi mendekati Bumi, akan tetapi karena orbitnya kacau, maka kapan Toutatis akan mencapai Bumi tidak bisa diprediksi.

6. Themis 

Themis merupakan salah satu asteroid besar yang menjadi benda langit pertama dengan es di permukaannya.

Pada 2009, penyelidikan menggunakan cahaya inframerah memastikan keberadaan es serta karbon atau molekul organik.

Karakteristik ini membuat Themis menjadi penghantar air dan karbon pada permukaan Bumi muda yang panas dan kering, sekitar empat miliar tahun silam.

7. Baptistina

Baptistina menjadi salah satu keluarga termuda asteroid di sabuk asteroid yang diperkirakan muncul pada 160 juta tahun silam.

Asteroid ini memiliki ukuran sekitar 60 km sampai dengan 170 km. Diduga, Baptistina adalah asteroid yang pernah menghantam Bumi 65 juta tahun silam, sehingga menyebabkan kepunahan dinosaurus.

8. Hygiea

Hygiea menjadi asteroid terbesar keempat yang berada di sabuk utama asteroid. Ukuran Hygiea sekitar 350 km.

Asateroid ini ditemukan oleh Annibale de Gasparis pada tanggal 12 April 1849. Massa Hygiea sekitar 2,9 persen dari total massa sabuk asteroid.

Tinggalkan Balasan