Penyebab Munculnya Pelangi Setelah Gerimis dan Proses Terjadinya

Penyebab Munculnya Pelangi Setelah Gerimis dan Proses Terjadinya

Dvcodes.com. Pelangi (bianglala) merupakan fenomena optik yang secara alamiah terjadi pada atmosfer Bumi. Kemunculan pelangi setelah hujan gerimis menjadi daya tarik tersendiri, karena keindahan warna yang dipancarkan.

Warna-warna yang dipancarkan saat terjadi pelangi tersebut diidentifikasikan dari panjang gelombang, warna merah memiliki panjang gelombang sekitar 625 – 740 nm, dan biru sekitar 435 – 500 nm. Kumpulan warna ini selanjutnya dinamakan sebagai spektrum warna.

Warna pelangi sebenarnya merupakan komponen dari cahaya putih yang disebut sebagai cahaya tampak (visible light).

Prisma kaca merupakan alat paling sederhana yang dapat digunakan untuk menguraikan warna putih menjadi komponen cahaya-cahayanya.

Sedangkan di alam, tetesan air hujan merupakan salah satu benda yang dapat menguraikan cahaya putih. Pada saat seberkas cahaya putih mengenai air, maka tetesan air tersebut dapat berperilaku seperti prisma. Tetesan air hujan akan menguraikan sinar putih sehingga tercipta warna-warna pelangi.

Baca : Pengertian Cahaya, Sifat-sifat, dan Contohnya Dilengkapi Gambar

Sebenarnya, pelangi tidak berbentuk setengah lingkaran akan tetapi utuh satu lingkaran. Kita dapat melihat pelangi dalam keadaan utuh jika berada di tempat yang lebih tinggi. Apabila melihat pelangi pada tempat yang datar, maka kitta hanya dapat menyaksikannya maksimal setengah lingkaran.

Penyebab Terjadinya Pelangi

Terjadinya pelangi melibatkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya, pengamat (manusia), dan tetesan air hujan (medium).

Pelangi muncul karena adanya pembiasan dari sinar matahari. Akibat pembiasan tersebut, cahaya yang melewati tetesan air hujan akan dibelokkan.

Pembiasan cahaya merupakan pembelokan berkas cahaya ketika melewati medium yang memiliki indeks bias yang berbeda.

Pembelokan cahaya ini akan membentuk berbagai warna dengan sudut berbeda yang kemudian disebut pelangi.

Pada saat cahaya matahari muncul setelah hujan berhenti, cahaya tersebut akan menembus tetesan air hujan di udara atau yang dinamakan refraksi.

Tetesan air hujan dan udara memiliki indeks bias yang berbeda, sehingga cahaya matahari akan merambat melalui udara menuju tetesan air hujan yang akan mengalami pembiasan cahaya

Dengan demikan, pembiasan terjadi karena cahaya mengalami perubahan indeks bias dari udara ke air hujan.

Sedangkan indeks bias merupakan perbandingan antara kecepatan cahaya di dalam ruang hampa (udara) dengan kecepatan cahaya pada udara tersebut.

indeks bias juga menunjukkan kerapatan optik suatu medium. Semakin besar indeks bias suatu medium maka akan semakin besar pula kerapatan optik medium tersebut.

Jika cahaya merambat dari medium kurang rapat ke medium yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal.

Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat akan dibiaskan menjauhi garis normal.

Cahaya matahari yang telah terurai akan mengalami pemantulan saat mengenai dinding tetesan air hujan dan sebagian lainnya akan menembus ke luar tetesan air hujan.

Dari proses tersebut, nantinya sinar monokromatik akan mengalami pembiasan cahaya saat keluar dari tetesan air hujan dan arah pembiasaanya akan berbeda-beda, sehingga terjadilah apa yang dinamakan pelangi.

Proses Terjadinya Pelangi

Proses terjadinya pelangi dapat terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembiasan sinar matahari, pembelokan cahaya, dan pembentukan warna pelangi.

Proses terjadinya pelangi secara urut dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Pembiasan sinar Matahari

Pelangi terbentuk pertama kali akibat pembiasan sinar matahari, sehingga terjadi pembelokan cahaya dari udara ke air hujan.

Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik, yaitu cahaya yang terdiri dari banyak warna. Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya yang memiliki panjang gelombang berbeda-beda.

2. Pembelokan cahaya

Pada saat sinar matahari melewati tetesan air hujan, maka sinar tersebut akan dibengkokkan sehingga membentuk berbagai macam warna dengan sudut yang berbeda. Warna yang berbeda tersebut dihasilkan dari sudut deviasi yang berbeda.

Mata manusia sanggup untuk menyerap minimal tujuh warna yang dikandung oleh cahaya matahari, seperti yang terlihat pada warna pelangi, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, nila, dan ungu.

3. Terbentuk Warna Pelangi

Warna yang pertama kali dibelokkan adalah ungu. Ungu merupakan warna dengan panjang gelombang yang tinggi, sedangkan warna pelangi yang terakhir terbentuk adalah merah.

Urutan warna pelangi adalah ungu, nila, kuning, hijau, biru, nila dan merah. Dari warna tersebut maka mata dapat melihat pelangi secara utuh yang disebabkan oleh geometri optik dalam proses penguraian warna.

Pelangi terlihat sebagai busur dari permukaan bumi karena terbatasnya sudut pandang mata. jika titik pandang di tempat yang tinggi, dapat terlihat sebagai spektrum warna yang lengkap berbentuk lingkaran.

Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tetapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat.

Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat, dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

Jenis-jenis Pelangi

Berikut ini adalah beberapa jenis pelangi, mulai dari yang sering kita lihat setelh terjadinya hujan sampai yang langka, karena kemunculannya hanya dalam kurun waktu tertentu.

1. Circular Rainbow (Pelangi Melingkar)

Circular rainbow (pelangi melingkar) tidak seperti pelangi lainnya, karena pelangi ini benar-benar terlihat melingkar dan seperti busur lingkaran sempurna dengan radius tepat 42 derajat.

2. Classic Rainbow (Pelangi Klasik)

Classic rainbow disebut juga pelangi klasik. Pelangi ini memiliki enam warna yang tampak pada pelangi yaitu merah, hijau, kuning, oranye, ungu dan biru.

Meskipun hanya memliki enam warna, akan tetapi tidak sedikitpun mengurangi keindahan yang tampak pada pelangi tersebut.

3. Red Rainbow (Pelangi Merah)

Red rainbow (pelangi merah) biasa muncul pada saat terbitnya fajar di pagi hari dan terbenamnya matahari pada sore hari.

Red rainbow ini akan tampak ketika lapisan ketebalan filter atmosfer bumi yang akan menjadi biru dan akan terlihat berwarna merah yang mencerminkan dan membiaskan air, sehingga hasilnya adalah warna pelangi dengan spektrum ujung yang berwarna merah.

4. Secondary Rainbow (Pelangi Sekunder)

Secondary rainbow adalah pelangi yang muncul ketika ada pelangi primer yang terlebih dahulu akan muncul dan kemudian disusul dengan pelangi sekunder.

Pelangi ini biasanya memiliki warna yang tidak terlalu mencolok dan redup, tidak seperti pelangi primer. Hal ini dikarenakan pelangi sekunder memiliki karakteristik tertentu dan warnanya ditampilkan terbalik dari warna pelangi primer.

5. Sundogs

Sundogs merupakan pelangi yang biasa muncul pada musim dingin dengan cuaca yang cerah. Sundogs akan terjadi ketika matahari sedang bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer.

Pelangi ini memiliki warna merah pada bagian dalam dan ungu pada bagian luar serta dengan warna pelangi yang lainnya yang ikut muncul secara bersamaan.

Apabila semakin tebal konsentrasi kristal es di udara maka semakin tebal juga struktur warna pelanginya.

6. Waterfall Rainbow (Pelangi Air Terjun)

Waterfall rainbow adalah jenis pelangi yang biasanya menggunakan kabut pada proses pembiasannya yang biasanya kabut air terjun yang akan bercampur pada aliran udara konstan atmosfer yang secara terus menerus.

Pelangi jenis ini biasa muncul di atas air terjun sehingga keindahannya sangat menakjubkan, karena ada kemunculannya di bawahnya air terjun. Akan tetapi, fenomena pelangi air terjun ini sangat langka untuk dijumpai.

7. Fire Rainbow (Pelangi Api)

Fire rainbow atau yang biasa disebut dengan pelangi api bukan berarti pelangi ini pelangi buatan dari api.

Kemunculan fire rainbow ini karena peran dari awan cirrus yang bertindak seperti prisma ketika mendapatkan pancaran sinar matahari yang matahari.

8. Moonbows (Busur Bulan)

Monbows (busur bulan) adalah pelangi yang berbentuk seperti busur. Pelangi ini juga disebut sebagai pelangi lunar yaitu pelangi yang datangnya pada malam hari. Pelangi ini memang jarang sering muncul, karena cahaya bulan tidak terlalu terang.

Syarat kemunculannya diperkukan hujan di bagian yang berlawanan pada bulan tersebut dan prosesnya sama saja dengan pembiasan pelangi pada siang hari.

Keadaaan langit juga harus sangat gelap dan posisi sudut elevasi bulan harus tidak lebih dari 42º tingginya.

Demikian ulasan mengenai penyebab munculnya pelangi setelah gerimis dan proses terjadinya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan