Perbedaan Rapid Test dan Swab Test Untuk Deteksi Covid-19

Perbedaan Rapid Test dan Swab Test Untuk Deteksi Covid-19

Dvcodes.com – Akhir-akhir ini kita sering mendengar beberapa istilah terkait kasus Covid-19 yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya.

Istilah-istilah tersebut ada yang berhubungan dengan istilah medis, misalnya Rapid Test dan Swab Test. Kedua istilah ini terkait dengan upaya identifikasi pasien yang terinfeksi Covid-19.

Terdapat dua bentuk tes yang digunakan untuk mengidentifikasi Covid-19, yaitu Rapid Test dan Swab Test.

Kedua bentuk tes tersebut dilakukan untuk membantu menangani potensi penyebaran Covid-19 di masing-masing wilayah.

Banyak orang yang belum mengetahui apa perbedaan Rapid Test dan Swab Test ini. Meskipun sama-sama untuk menguji virus. tetapi Rapid Test dan Swab Test memiliki beberapa perbedaan yang signifikan.

Berikut ini adalah perbedaan Rapid Test dan Swab test untuk mendeteksi Covid-19.

1. Perbedaan Fungsi

Rapid Test adalah bentuk tes secara massal untuk screening potensi kasus positif virus Corona yang ada di masyarakat.

Sedangkan Swab test (disebut juga uji kerik) berfungsi sebagai standar diagnostik virus Corona yang dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO.

2. Perbedaan Metode dan Alat

Metode pengujian Rapid Test dilakukan secara massal dengan menggunakan sampel darah. Sampel darah selanjutnya dicek menggunakan Rapid Test Kit untuk melihat adanya reaksi antibodi (iminugloblin) yang terbentuk ketika tubuh diserang virus.

Antibodi sendiri terbentuk setelah hari ke-6 imunitas tubuh berusaha melawan virus. Antibodi diibaratkan sebagai tentara atau pasukan khusus untuk melawan virus tersebut.

Sedangkan metode pengujian Swab Test dilakukan dengan sampel swab spesimen dari tenggorokan, mulut, atau hidung.

Selanjutnya akan dilakukan serangkaian tes pada sampel dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaktion) untuk mengetahui ada tidaknya DNA virus corona pada sampel.

3. Perbedaan Cara Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dalam Rapid Test dilakukan dengan cara ujung jari ditusuk dan darahnya diteteskan ke Rapid Test Kit, sebuah alat tes darah yang mirip dengan alat kehamilan.

Untuk Swab Test, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan alat semacam cutton bad yang dioles-oleskan ke tenggorokan, mulut, atau hidung.

4. Perbedaan Waktu Munculnya Hasil

Lamanya pengujian Rapid Test tergolong singkat. Hasil Rapid Test dapat terlihat sekitar 10 sampai 15 menit pengujian.

Sedangkan pada Swab Test, lamanya pengujian menunggu beberapa hari. Hal ini terkait dengan rumitnya serangkaian tes yang dilakukan.

Biasanya pemeriksanaan dengan metode PCR pada Swat Test membutuhkan waktu 1 hingga 3 hari untuk mendapatkan hasil.

5. Perbedaan Akurasi Hasil

Hasil Rapid Test termasuk kurang akurat jika dibandingkan dengan Swab Tets, karena antibodi tidak dapat langsung terbentuk meskipun sudah terinfeksi virus Corona. Pembentukan antibodi membutuhkan waktu minimal 7 hari setelah terinfeksi.

Pada Rapid Test sering didapatkan hasil false negative virus Corona. Hasil false positive juga seringkali terjadi karena antibodi terbentuk karena infeksi virus lain, tidak karena virus Corona,

Dengan demikian, Rapid Test hanya digunakan untuk screening awal virus Corona saja. Jika hasil Rapid Test positif, maka akan dilanjutkan dengan Swab Test untuk memastikan keakuratan hasil.

6. Perbedaan Tanda Hasil Uji

Hasil uji menggunakan Rapid Test ditunjukkan dengan ada tidaknya garis yang muncul pada alat. Jika ada garis muncul pada alat, berarti positif (ada antibodi) dan jika tidak muncul maka hasilnya negatif (tidak ada antibodi).

Sedangkan pada Swab Test, hasil uji ditunjukkan dengan RNA sequencing yang akan dibaca oleh petugas laboratorium. Hasil tersebut bisa positif (ditemukan virus) dan bisa juga negatif (tidak ditemukan virus).

7. Perbedaan Tempat Pengujian

Pada Rapid Test, pengambilan sampel dan pengecekan dapat dilakukan dimana saja, bisa laboratorium rumah sakit, puskesmas, bahkan di rumah.

Baca juga :

Sedangkan Swab Test hanya bisa dilakukan di laboratorium berstandar Biosafety Level (BSL) 2. Pekerja laboratorium untuk Swab Test dilatih secara khusus oleh ahli patogenik dan beberapa ilmuwan yang kompeten.

Pekerja laboratorium tersebut juga harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat menguji sampel.

Tinggalkan Balasan