SE Menag Nomor 22 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Dalam Tatanan Normal Baru

SE Menag Nomor 22 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Dalam Tatanan Normal Baru

Dvcodes.com. Sistem kerja pegawai Kemenag dalam tatanan normal baru kembali diatur oleh Kementerian Agama.

Hal tersebut sesuai dengan SE Menag Nomor 22 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Kemenag Dalam Tatanan Normal Baru.

SE Menag Nomor 22 Tahun 2020 ini adalah Perubahan Atas SE Menag Nomor 16 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Kementerian Agama Dalam Tatanan Normal Baru.

Perubahan edaran tersebut sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang dapat terjadi di lingkungan Kementerian Agama Pusat.

Selain itu, perubahan edaran juga menindaklanjuti Surat Edaran MenPANRB Nomor 67 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai ASN Dalam Tatanan Normal Baru.

Baca : Rincian Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Sesuai SKB Tiga Menteri

Perubahan yang dimaksud adalah pada pengaturan jumlah pegawai dalam melaksanakan tugas kedinasan, baik di kantor maupun rumah/tempat tinggal.

Informasi perubahan ditujukan kepada :

  1. Pimpinan Unit Eselon 1;
  2. Staf Ahli, dan Staf Khusus Menteri;
  3. Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri;
  4. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi;
  5. dan Kepala Unit Pelaksana Teknis.

Pimpinan Unit Kerja/Satuan Kerja tersebut dapat mengatur jumlah pegawai yang dapat melaksanakan tugas kedinasan di kantor maupun di rumah/tempat tinggal.

Dasar pengaturan adalah pada data zonasi resiko yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

Ketentuan Pengaturan Jumlah Pegawai

1. Unit Kerja Berkategori Tidak Ada Kasus

Satuan kerja/unit kerja Kementerian Agama yang berada pada zona Kabupaten /Kota berkategori tidak berdampak (tidak ada kasus), dapat diatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasa di kantor (Work From Office) paling banyak 100%.

2. Unit Kerja Berkategori Resiko Rendah

Satuan kerja/unit kerja Kementerian Agama yang berada pada zona Kabupaten /Kota berkategori resiko rendah, dapat diatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasa di kantor (Work From Office) paling banyak 75%.

3. Unit Kerja Berkategori Resiko Sedang

Satuan kerja/unit kerja Kementerian Agama yang berada pada zona Kabupaten /Kota berkategori resiko sedang, dapat diatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasa di kantor (Work From Office) paling banyak 50%.

4. Unit Kerja Barkategori Resiko Tinggi

Satuan kerja/unit kerja Kementerian Agama yang berada pada zona Kabupaten /Kota berkategori resiko tinggi, dapat diatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasa di kantor (Work From Office) paling banyak 25%.

Surat Edaran Menag Nomor 22 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Kemenag Dalam Tatanan Normal Baru secara lengkap dapat dilihat dan di unduh pada link di bawah ini.

Unduh

Demikian informasi mengenai SE Menag Nomor 22 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Kemenag Dalam Tatanan Normal Baru. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan