Siap-siap, Guru akan Mendapatkan Kuota Internet dari Kemendikbud

Siap-siap, Guru akan Mendapatkan Kuota Internet dari Kemendikbud

Dvcodes.com. Semenjak masa pandemi Covid-19, Kemendikbud telah melakukan berbagai upaya penyesuaian kebijakan di bidang pendidikan.

Selain penyesuaian kebijakan, Kemendikbud juga menyediakan inisiatif dan solusi penyelenggaraan pembelajaran selama pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah dengan melakukan relaksasi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekola (BOS). Satuan pendidikan diberi kewenangan untuk mengalokasikan dana BOS bagi penyediaan pulsa kuota internet bagi guru dan siswa.

Baca : Surat Pemberitahuan Program Bantuan Kuota Internet Peserta Didik

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis BOS Reguler.

Melanjutkan kebijakan tersebut, maka saat ini Kemendikbud berhasil mendapatkan dana tambahan untuk memfasilitasi kebutuhan kuota siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Hal ini sebagai jawaban atas kecemasan masyarakat di tengah kesulitan ekonomi akibat terdampak pandemi Covid-19.


Upaya yang dilakukan Kemendikbud untuk memberikan bantuan pengadaan pulsa ini menurut Mendikbud berdasarkan masukan masyarakat yang mayoritas terkendala pulsa kuota internet dalam mengakses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca : Perbedaan Pembelajaran Daring dan Luring, Guru Wajib Tahu

Rencananya, dari total Rp 7,2 Triliun akan diberikan subsidi kuota internet selama empat bulan, terhitung dari bulan September sampai dengan Desember 2020. Siswa akan mendapat 35 GB/bulan, guru akan mendapat 42 GB/bulan, mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan.

Selain itu, Kemendikbud mengalokasikan dana sebesar Rp 1,7 T untuk para penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan, dosen, serta guru besar.

Harapannya, kebijakan ini dapat membantu perekenomian para penerima tunjangan di masa krisis akibat pandemi Cpvid-19.

Sumber anggaran berasal dari optimalisasi anggaran Kemendikbud serta dukungan anggaran Bagian Anggaran dan Bendahara Umum Negara (BA BUN) 2020 dengan total anggaran sebesar Rp 8,9 T.

Untuk subsidi kuota guru akan dibiayai melalui realokasi anggaran Program Organisasi Penggerak yang diundur pelaksanaannya ke tahun 2021.

Bantuan lainnya yaitu BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk 56.115 sekolah swasta dan negeri yang paling membutuhkan diperkirakan sampai di rekening sekolah di akhir Agustus 2020.

Sebesar Rp 3,2 T dialokasikan untuk dana BOS Afirmasi dan Kinerja yang akan disalurkan ke 31.416 desa/kelurahan yang berada di daerah khusus.

Merujuk pada Permendikbud Nomor 23 tahun 2020 serta Kepmendikbud Nomor 580 dan 581 Tahun 2020, kriteria daerah yang mendapatkan BOS Afirmasi dan Kinerja adalah: (1). Terpencil atau terbelakang, (2). Kondisi masyarakat adat yang terpencil, (3). Perbatasan dengan negara lain, (4). Terkena bencana Covid-19, bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain.

Selanjutnya, kriteria sekolah yang mendapatkan dana BOS Afirmasi dan Kinerja berdasarkan Permendikbud Nomor 24 tahun 2020 dan Kepmendikbud Nomor 746/P/2020 adalah: (1). Sekolah dengan proporsi siswa dari keluarga miskin yang lebih besar, (2). Sekolah yang menerima dana BOS Reguler lebih rendah, (3). Sekolah yang memiliki proporsi guru tidak tetap yang lebih besar.

Source: https://gtk.kemdikbud.go.id/

Tinggalkan Balasan