Teori Belajar Bermakna (Kognitif) Menurut David Ausubel

Teori Belajar Bermakna (Kognitif) Menurut David Ausubel

Dvcodes.comTeori belajar kognitif sebenarnya muncul sebagai bentuk rasa ketidakpuasan dari pendapat aliran behaviorisme.

Aliran behaviorisme menyatakan bahwa tingkah laku manusia merupakan akibat dari adanya suatu stimulus tanpa adanya peran serta aktif dari otak.

Menurut tokoh-tokoh teori kognitif, tingkah laku seseorang selalu didasarkan pada kognisi, yaitu suatu perbuatan mengetahui atau perbuatan pikiran terhadap situasi dimana tingkah laku tersebut terjadi.

Baca : Teori Belajar Behavioristik, Ciri-ciri, dan Tokoh-tokohnya

Salah satu tokoh pencetus teori belajar kognitif tersebut adalah David Ausubel. Ausubel lahir pada tanggal 25 Oktober 1918 di Brooklyn, New York.

Ausubel meraih gelar MA dan Ph.D. dalam Psikologi Perkembangan dari Columbia University pada tahun 1950.

Selama praktek psikiatri, Ausubel menerbitkan banyak buku dan artikel dalam jurnal psikiatri dan psikologi. Pemikiran Ausubel banyak dipengaruhi oleh ajaran Jean Peaget tentang skema konseptual.

Teori Belajar Bermakna dari Ausubel

Teori belajar bermakna Ausubel adalah salah satu dari teori pembelajaran yang menjadi dasar dalam mild learning.

Menurut Ausubel, di dalam proses pembelajaran, bahan subjek yang dipelajari siswa haruslah bermakna (meaningfull).

Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses yang mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang ada pada struktur kognitif seseorang.

Struktur kognitif tersebut berupa fakta, konsep. dan generalisasi yang telah dipelajari dan diingat. Pembelajaran bermakna adalah proses pembelajaran dimana informasi baru akan dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dimiliki sebelumnya.

Pembelajaran bermakna dapat terjadi jika siswa menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka. Bahan subjek yang dipelajari harus sesuai dengan keterampilan dan struktur kognitif siswa.

Di dalam pembelajaran bermakna, faktor intelektual emosional siswa terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Faktor-faktor Belajar Bermakna

Faktor utama yang memengaruhi belajar bermakna menurut Ausubel adalah struktur pengetahuan (kognitif) yang dimiliki seseorang dan kejelasan pengetahuan dalam bidang studi yang dipelajari.

Sifat-sifat struktur kognitif akan menentukan validitas dan kejelasan arti yang timbul pada waktu informasi baru masuk ke dalam struktur kognitif tersebut.

Jika struktur kognitif tersebut stabil dan diatur dengan baik, maka akan cenderung bertahan lama. Sebaliknya, jika struktur kognitif tidak stabil, tidak teratur, dan meragukan, akan cenderung menghambat belajar.

Menurut Ausubel, seseorang belajar dengan mengasosiasikan fenomena baru ke dalam skema yang telah dimilikinya.

Di dalam proses tersebut, seseorang dalam mengembangkan skema yang ada atau merubahnya. Dengan demikian. proses belajar dilakukan dengan mengonstruksi sendiri apa yang telah dipelajari.

Teori belajar bermakna Ausubel sangat berkaitan dengan teori konstruktivisme. Keduanya menekankan pada pentingnya mengasosiasikan pengalaman, fenomena, dan fakta-fakta baru ke dalam sistem pengetahuan yang telah dimiliki.

Baca : Teori Belajar Konstruktivisme, Pengertian, Ciri, dan Tokohnya

Ausubel berpendapat bahwa untuk mengembangkan potensi kognitif siswa, harus melalui proses belajar yang bermakna. Aktivitas belajar siswa akan lebih bermanfaat jika mereka banyak dilibatkan dalam kegiatan secara langsung.

Inti dari teori belajar bermakna Ausubel adalah proses belajar akan berhasil atau bermakna jika guru dalam menyajikan materi baru dapat menghubungkannya dengan konsep relevan yang sudah ada dalam struktur kognitif siswa.

Inti dari teori belajar bermakna Ausubel adalah proses belajar akan mendatangkan hasil atau bermakna kalau guru dalam menyajikan materi pelajaran yang baru dapat menghubungkannya dengan konsep yang relevan yang sudah ada dalam struktur kognisi siswa.

Bentuk-bentuk Belajar Menurut Ausubel

Bentuk-bentuk belajar menurut Ausubel ada 4 (empat), sebagai berikut.

1. Belajar dengan penemuan yang bermakna

Belajar dengan penemuan yang bermakna adalah mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan materi pelajaran yang dipelajari itu.

Bisa juga sebaliknya, siswa terlebih dahulu menemukan pengetahuannya dari apa yang dipelajari, kemudian pengetahuan baru tersebut dikaitkan dengan pengetahuan yang sudah ada.

2. Belajar dengan penemuan yang tidak bermakna

Belajar dengan penemuan yang tidak bermakna adalah pelajaran yang dipelajari ditemukan sendiri oleh siswa tanpa mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya, kemudian dihafalkan.

3. Belajar menerima yang bermakna

Belajar menerima yang bermakna artinya materi pelajaran yang telah tersusun secara logis disampaikan kepada siswa sampai bentuk akhir, kemudian pengetahuan yang baru diperoleh itu dikaitkan dengan pengetahuan lain yang telah dimiliki.

4. Belajar menerima yang tidak bermakna

Belajar menerima yang tidak bermakna, yaitu materi pelajaran yang telah tersusun secara logis disampaikan kepada siswa sampai bentuk akhir.

Kemudian pengetahuan yang baru diperoleh tersebut dihafalkan tanpa mengaitkannya dengan pengetahuan lain yang telah dimiliki.

Prinsip Pembelajaran Menurut Ausubel

Berdasarkan pandangannya terhadap belajar bermakna, Ausubel mengajukan 4 (empat) prinsip pembelajaran, sebagai berikut.

1. Pengatur Awal (Advance Organizer)

Pengatur awal dapat digunakan guru dalam bentuk bahan pengait untuk menghubungkan konsep lama dengan konsep baru yang bermakna.

Penggunaan pengatur awal yang tepat akan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap berbagai materi, khususnya pada mata pelajaran yang memiliki struktur teratur.

2. Diferensiasi Progresif

Di dalam proses belajar bermakna dibutuhkan pengembangan dan kolaborasi konsep. Caranya adalah dengan mengenalkan unsur yang paling umum, kemudian baru yang lebih mendetatil (dari umum ke khusus).

3. Belajar Superordinat

Belajar superordinar adalah proses struktur kognitif yang mengalami pertumbuhan ke arah diferensiasi. Proses ini terjadi semenjak perolehan informasi dan diasosiasikan dengan konsep dalam struktur kognitif tersebut.

Proses tersebut akan berlangsung terus menerus hingga pada suatu saat ditemukan hal-hal baru. Belajar superordinat dapat tejadi jika konsep-konsep diterima secara lebih luas dan inklusi.

4. Penyesuaian Integratif

Penyesuaian integratif dilakukan dengan cara menyusun materi pelajaran sedemikian rupa, sehingga guru dapat menggunakan hierarki-hierarki konseptual ke atas dan ke bawah selama informasi tersebut disajikan.

Penyesuaian integrarif dilakukan jika siswa menghadapi dua atai lebih nama konsep untuk menyatakan konsep yang sama atau jika nama yang sama diterapkan pada lebih dari satu konsep.

Langkap Penerapan Teori Belajar Bermakna dalam Pembelajaran

Berikut ini adalah langkah-langkah pembelajaran yang dapat dilakukan dalam penerapan teori belajar bermakna Ausubel.

  • Menentukan tujuan pembelajaran
  • Mengukur kesiapan siswa
  • Memilih materi pembelajaran dan mengatur dalam penyajian konsep
  • Mengidentifikasi prinsip-prinsif yang harus dikuasai siswa dari materi pembelajaran
  • Menyajikan suatu pandangan secara menyeluruh tentang apa yang seharusnya dipelajari
  • Menggunakan “advance organizer” dengan cara memberikan rangkuman dilanjutkan dengan keterkaitan antara materi.
  • Mengajar siswa dengan pemahaman konsep
  • Mengevaluasi hasil belajar

Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Bermakna Ausubel

Kelebihan teori belajar bermakna Ausubel adalah sebagai berikut.

  1. Informasi yang dipelajari secara bermakna akan lebih lama diingat.
  2. Informasi baru yang diterima dapat meningkatkan dan memperkuat konsep yang telah dikuasai sebelumnya,
  3. Informasi yang sudah dilupakan dapat meninggalkan bekas, sehingga memudahkan untuk mempelajari materi yang serupa.

Sedangkan kelemahan dari teori belajar bermakna Ausubel adalah sebagai berikut.

  1. Guru harus selalu dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar yang bermakna setiap saat.
  2. Aktivitas belajar yang melibatkan kegiatan langsung pada siswa tingkat pendidikan lebih tinggi akan banyak menyita waktu.

Demikian ulasan mengenai teori belajar bermakna (kognitif) menurut David Ausubel. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan