Tidur Terlalu Lama Saat Puasa, Inilah Bahayanya Bagi Tubuh

Tidur Terlalu Lama Saat Puasa, Inilah Bahayanya Bagi Tubuh

Dvcodes.comTidur sering menjadi pilihan ketika sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, apalagi di waktu-waktu awal Ramadhan.

Awal Ramadhan menjadi awal yang berat untuk melakukan puasa. Hal ini disebabkan tubuh harus beradaptasi dengan waktu puasa yang berbeda dengan hari-hari biasanya.

Kondisi tersebut membuat tubuh menjadi mudah lemas, kemudian muncul rasa kantuk yang mendorong kita untuk tidur.

Tidur di bulan puasa memang baik. Sebagian orang tidur supaya waktu dapat berlalu dengan cepat. Dengan demikian, tidak terasa waktu berbuka akan tiba.

Akan tetapi, tidur terlalu lama pada saat berpuasa justru berbahaya bagi kesehatan tubuh. Idealnya, kita tidur dalam satu hari membutuhkan waktu sekitar 8 jam. Jika lebih dari itu, maka akan berdampak buruk bagi tubuh, termasuk menurunkan sistem imun tubuh.

Berikut ini adalah beberapa bahaya tidur terlalu lama saat puasa.

1. Tubuh Menjadi Lemas

Rasa lemas ketika berpuasa bisa jadi diakibatkan oleh terlalu lama tidur. Kebiasaan tidur terlalu lama saat puasa akan membuat tubuh menjadi lebih pasif, karena anggota tubuh tidak bekerja maksimal. Hal inilah yang membuat kita cepat lemas saat menjalankan puasa.

Tidur terlalu lama juga membuat metabolisme tubuh menjadi tidak bekerja dengan baik. Kondisi tubuh yang lemas membuat seseorang malas untuk melakukan aktivitas.

2. Menurunnya Sistem Imun

Meskipun dalam keadaan berpuasa, sistem kekebalan tubuh juga harus tetap dijaga. Dengan daya tahan tubuh yang baik, tentu kita akan dapat melaksanakan ibadah puasa dengan nyaman.

Kebiasaan tidur berlebihan saat berpuasa dapat menyebabkan menurunkan sistem imun tubuh. Kurangnya aktivitas tubuh karena terlalu lama tidur akan berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh. Rendahnya sistem imun beresiko terhadap masuknya penyakit ke tubuh.

3. Menurunkan Kerja Jantung

Jantung berperan penting terhadap sirkulasi darah ke seluruh sel-sel tubuh. Tidur lebih dari 8 jam dalam sehari juga tidak baik untuk kesehatan jantung.

Berdasarkan penelitian, tidur terlalu lama beresiko terkena nyeri dada dua kali lebih tinggi. Penyebabnya adalah kurangnya aliran darah yang menuju ke jantung.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa tidur terlalu lama beresiko 34 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung.

4. Menurunkan Fungsi Otak

Tidur memang penting untuk fungsi otak. Pada saat tidur, otak membersihkan limbah, menyeimbangkan neotransmiter, dan meningkatkan suasana hati.

Akan tetapi, proses tersebut akan terganggu jika kita tidur terlalu lama. Terlalu lama tidur akan berdampak pada terganggunya sistem kognitif dan kinerja otak. Menurunnya fungsi otak dalam jangka panjang

Tidur yang disarankan adalah sekitar 7-8 jam, sehingga akan memberikan manfaat positif terhadap fungsi otak. Jika tidur kita cukup, maka kinerja otak menjadi lebih baik dan sistem kognitif dapat bekerja maksimal.

5. Naiknya Berat Badan

Tanpa disadari, terlalu lama tidur akan memicu naiknya kadar lemak secara perlahan-lahan. Kadar lemak yang naik menyebabkan berat badan bertambah, sehingga memicu terjadinya obesitas.

Apabila sudah mengalami hal tersebut, tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit. Bahkan, akan menjadi lebih parah jika naiknya berat badan mengganggu sistem kerja hati dan organ vital lainnya. Olahraga ringan disarankan selama berpuasa, agar tubuh dapat tetap sehat dan bugar.

6. Meningkatkan Resiko Depresi

Depresi ternyata dapat disebabkan karena kebiasaan tidur yang berlebihan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tidur yang berlebihan sangat berkaitan dengan gejala depresi dan kecemasan.

Jika seseorang melakukan kebiasaan tidur lebih dari 10 jam, maka akan semakin memperburuk kondisi kesehatan mentalnya.

Meskipun rasa kantuk seringkali datang saat kita sedang berpuasa, sebaiknya tidak digunakan hanya untuk tidur terlalu lama.

Kita bisa memanfaatkan waktu luang ketika berpuasa dengan melakukan hal-hal positif untuk menjaga kesehatan tubuh dan juga mental.

Tinggalkan Balasan