Virus Corona Dinyatakan Pandemi, Inilah Bedanya Dengan Epidemi dan Wabah

Kasus infeksi virus Corona telah menyita perhatian dunia, karena menjadi ancaman baru di bidang kesehatan manusia.

Penularannya yang sangat cepat dari manusia ke manusia dan bahkan meluas ke beberapa negara, memaksa Badan Kesehatan Dunia, WHO, untuk menginformasikan setiap saat mengenai perkembangan penularan virus tersebut.

Baca : 5 Tips Sederhana Mencegah Infeksi Virus Corona yang Mematikan

Di dalam konferensi pers Selasa (10/3/2020), World Health Organization (WHO) telah secara resmi mengumumkan virus Corona atau COVID-19 yang sebelumnya berstatus epidemi sekarang menjadi berstatus pandemi global.

Hal ini didasarkan pada jumlah orang yang terinfeksi maupun jumlah orang yang sudah meninggal akibat invensi virus Corona.

Menurut catatan, kasus virus Corona telah mencapai 126.380 orang yang terinfeksi di dunia dan korban tewas mencapai 4.624 (menurut worldemeter). Infeksi virus Corona juga telah berkembang ke lebih dari 110 negara di dunia.

Keputusan WHO untuk mengklasifikasikan COVID-19 sebagai sebuah pandemi memanglah tidak mudah. Keputusan tersebut dihasilkan dari kepedulian terhadap tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan dan oleh tingkat tidak adanya tindakan yang mengkhawatirkan.

WHO menyatakan mengubah status dari epidemi menjadi pandemi ini tidak akan mengubah penilaian WHO terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh virus Corona.

Terkait dengan istilah status epidemi yang berubah menjadi pandemi terhadap infeksi virus Corona, maka berikut ini penjelasan mengenai perbedaan epidemi, pandemi, dan wabah.

1. Wabah

Wabah merupakan kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan bahaya atau bencana.

Secara sederhana, wabah adalah kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan terjadi pada banyak orang.

Munculnya wabah COVID-19 pertama kali diketahui dari lonjakan kasus pneumonia (radang paru-paru) di area pasar hewan Wuhan, Cina bagian tengah.

Kasus pneumonia ini kemudian terungkap dengan ditemukannya wabah virus baru yang menjadi penyebabnya, yaitu COVID-19 atau virus Corona.

2. Epidemi

Epidemi adalah wabah penyakit dalam komunitas atau daerah tertentu dalam jumlah yang melebihi batas jumlah normal atau yang biasa.

Epidemi merupakan kenaikan kejadian suatu penyakit yang berlangsung cepat dan dalam jumlah kejadian yang di perkirakan.

Epidemi terjadi ketika tingkat kejadian (kasus baru pada populasi manusia tertentu, selama periode tertentu) dari penyakit tertentu secara substansial melebihi apa yang diprediksi berdasarkan pengalaman terkini.

Infeksi virus Corona pada orang-orang yang tinggal di luar Wuhan mengindikasikan bahwa wabah virus Corona telah menyebar luas di seluruh wilayah Cina karena upaya pencegahan yang tidak memadai atau terlambat.

Kasus virus Corona yang tersebar luas di seluruh Cina menandakan bahwa wabah virus ini telah berkembang menjadi epidemi.

3. Pandemi

Pandemi adalah epidemi yang terjadi dalam daerah yang sangat luas dan mencakup populasi yang banyak di berbagai daerah atau negara.

Pandemi juga dapat diartikan sebagai penyebaran penyakit atau infeksi virus ke seluruh dunia. Istilah pandemi ini tidak terkait dengan penyebaran geografis dan tidak ada perubahan karakteristik virus tersebut.

Virus Corona yang muncul di CIna sampai saat ini telah menyebar ke lebih dari 110 negara. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi virus Corona sudah terjadi pada banyak negara di dunia.

Leave a Reply